slide0 slide2 slide4 slide1
  • Kepala BIN: Pemahaman Teori Kolaborasi Intelijen Pendekatan Hermenetika-Refleksif dalam Penanganan Ancaman Siber

    Kepala BIN: Pemahaman Teori Kolaborasi Intelijen Pendekatan Hermenetika-Refleksif dalam Penanganan Ancaman Siber

    Jakarta (11/8/2018) - Perkembangan ancaman siber sangat mengkhawatirkan dan seringkali tidak disadari bahwa sistem telah disusupi virus. Maka dari itu, ancaman siber perlu mendapat perhatian. Saat ini, penanganan ancaman siber cenderung lebih mengedepankan pendekatan teknologi. Hasil riset mengenai ancaman siber menunjukkan tren serangan meningkat dan kompleks, sehingga penanganan dari sisi teknologi saja belum cukup. Oleh karena itu, diperlukan penanganan dalam perspektif intelijen yang lebih komprehensif dengan pendekatan lebih ilmiah. Salah satunya adalah Teori Kolaborasi Intelijen Pendekatan Hermenetika-Refleksif. Pernyataan tersebut disampaikan, Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal Pol. (Purn) Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D, dalam pidato sambutan orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan dies natalis STIN ke-15 dan wisuda 117 sarjana angkatan ke-XI dan 39 mahasiswa pasca sarjana STIN tahun akademik 2017/2018, Selasa, 7 Agustus 2018, di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Tahukah Anda?