Badan Intelijen Negara
<< Maret 2019 >>
MinSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
  • foto

    Pentingnya Pengelolaan Perbatasan Negara

    Mewujudkan Nawacita ke-3 yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, menjadi salah satu program prioritas pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Upaya perwujudan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang ada di pelosok daerah, khususnya wilayah perbatasan negara, dalam hal pemenuhan rasa aman dan sejahtera.

Waspada Demam Berdarah Dengue

Jakarta, (12/2/2019)- Memasuki musim penghujan, frekuensi serangan Demam berdarah dengue (DBD) semakin meningkat di seluruh daerah Indonesia yang dikenal sebagai wilayah tropis. Munculnya DBD membuat masyarakat harus lebih waspda dalam menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan, mengingat di beberapa daerah telah ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap status kondisi terjangkit demam berdarah. Maka itu dibutuhkan langkah untuk pencegahan serta keterlibatan aktif masyarakat.

Pesatnya penyebaran DBD juga didukung oleh sikap, pengetahuan dan perilaku masyarakat yang masih kurang terhadap kesehatan lingkungan. Seperti diketahui bersama, medium perkembangbiakan bibit nyamuk DBD berasal dari genangan air maupun di lingkungan kotor baik di selokan yang tersumbat maupun setelah banjir sebagai tempat favorit para nyamuk. 

Berbicara mengenai peraturan yang mengatur mengenai penanggulangan penyakit menular dituangkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 82 tahun 2014. DBD merupakan salah satu penyakit menular yang dikelompokkan dalam penyakit tulang vector dan binatang pembawa penyakit. Adapun langkah yang diperlukan program penanggulangan Penyakit Menular melalui reduksi (upaya pengurangan angka kesakitan dan/atau kematian), eliminasi (upaya pengurangan terhadap penyakit secara berkesinambungan) dan eradikasi (upaya pembasmian yang dilakukan secara berkelanjutan melalui pemberantasan dan eliminasi). Sementara itu, upaya pencegahan, pengendalian dan pemberantasan dalam penanggulangan penyakit menular dapat dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan meliputi  promosi kesehatan, surveilans kesehatan, pengendalian faktor risiko, penemuan dan penanganan kasus, imunisasi, pemberian obat pencegahan secara massal dan kegiatan lainnya.
 
Penjabaran Permenkes terhadap penanganan DBD sejauh ini telah dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi, tetapi kejadian wabah DBD terus berulang dan kembali memakan korban jiwa, khususnya bagi anak-anak. Maka itu, perlu kerja sama dari seluruh elemen yang terkait beserta masyarakat untuk mengantisipasi peningkatan angka yang terserang DBD.

Menurut data Kementerian Kesehatan, sepanjang 1 Januari  hingga 29 Januari 2019 sebanyak 13.683 orang di Indonesia terserang Demam berdarah dengue (DBD) dan 133 orang meninggal dunia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 29 Januari 2019, kasus DBD paling tinggi di Jawa Timur. Di provinsi paling timur Pulau Jawa itu, ada 2.667 kasus DBD.  Kemudian, disusul dengan Jawa Barat sebanyak 2.008 kasus, Nusa Tenggara Timur (1.169 kasus), Jawa Tengah (1.027), Sulawesi Utara (980), Lampung (827). Angka kematian DBD juga di Jawa Timur yakni 47 orang meninggal, disusul Nusa Tenggara Timur 14 orang, Sulawesi Utara ada 13 orang meninggal. Tercatat, beberapa daerah yang telah menetapkan KLB daerah seperti  Manado, dan 7 kabupaten atau kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu Sumba Timur, Sumba Barat, Manggarai Barat, Ngada, Timor Tengah Selatan, Ende, dan Manggarai Timur. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan masih belum menetapkan demam berdarah sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) nasional.

Kembali, merujuk pada Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa (KLB) yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 949/MENKES/SK/VIII/2004. Penetapan sebuah penyakit disebut wabah nasional diputuskan oleh Menteri Kesehatan yang apabila mengganggu keamanan dan ekonomi bahkan hingga mencemaskan masyarakat. Kekhawatiran peningkatan status dapat berdampak pada bidang keamanan, ekonomi serta menimbulkan kecemasan masyarakat. Selain itu, status KLB nasional dapat memunculkan travel warning atau larangan berpergian dari negara lain. 

Mengingat kejadian wabah DBD sering terjadi, maka itu menjadi perlu peningkatan penanganan secara intensif tidak hanya dari Pemerintah. Tetapi juga dari masyarakat dengan dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran terhadap lingkungan. 

Beberapa bentuk pencegahan dapat dilakukan masyarakat meliputi, seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan menggunakan sabun, pemberantasan jentik nyamuk dengan menimbun barang-barang yang diduga menjadi media berkembangnya jentik nyamuk, menggunakan air bersih dalam rumah tangga, peningkatan daya tahan tubuh seperti mengkonsumsi makanan bergizi, vitamin dan melakukan aktivitas fisik seperti olah raga,melakukan imunisasi rutin, tambahan dan khusus, menggunakan jamban sehat, menjaga kesehatan reproduksi dan mengupayakan kondisi lingkungan yang sehat. (*/Disarikan dari Pelbagai Sumber)