Badan Intelijen Negara
<< September 2019 >>
MinSenSelRabKamJumSab
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930     
  • foto

    Pentingnya Pengelolaan Perbatasan Negara

    Mewujudkan Nawacita ke-3 yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, menjadi salah satu program prioritas pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Upaya perwujudan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang ada di pelosok daerah, khususnya wilayah perbatasan negara, dalam hal pemenuhan rasa aman dan sejahtera.

Waspada Gelombang Setinggi 4 Meter Melanda Beberapa Perairan Indonesia

Jakarta (29/8/2019)- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 4 meter yang berpeluang menyambangi sejumlah perairan Indonesia dalam beberapa hari kedepan (29 Agustus – 30 Agustus 2019).

Gelombang tinggi diakibatkan karena adanya Tropical Storm PODUL 992 hPa di Laut China Selatan. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan 4 - 25 knot sedangkan di wilayah selatan dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 4 - 25 Knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Arafuru, dan Perairan timur Bitung. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Menurut hasil pantauan BMKG, wilayah yang akan dilanda gelombang setinggi 1,25 meter hingga 2,50 meter (sedang), Selat Malaka bagian utara, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Sabang - Banda Aceh, Laut Flores, Perairan Timur P. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Perairan Manui – Kendari, Perairan Selatan P. Sawu hingga P. Rotte, Teluk Tolo, Laut Sawu, Perairan Kep. Baubau – Wakatobi, Selat Sape bagian selatan, Perairan Selatan Kep. Banggai – Sula, Selat Ombai, Perairan Selatan Ambon, Laut Timor Selatan NTT, Laut Banda dan Laut Seram, Laut Natuna Utara dan Laut Natuna, Perairan Utara Kep. Letti – Tanimbar, Perairan Kep. Anambas hingga Kep. Nias, Perairan Utara Kep. Kai – Aru, Perairan Timur Kep. Bintan hingga Lingga, Perairan Fakfak – Kaimana – Amamapere, Perairan Utara Pangkalpinang, Laut Arafuru bagian timur, Selat Gelasa dan Selat Karimata, Laut Sulawesi, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kep. Sangihe – Talaud, Laut Jawa bagian barat hingga tengah, Perairan Timur Bitung, Perairan Utara Jawa Tengah hingga Kep. Kangean, Perairan Selatan Sulawesi Utara, Perairan Kotabaru hingga Balikpapan, Laut Maluku dan Laut Halmahera, Selat Makassar bagian tengah, Perairan Kep. Halmahera, Laut Bali dan Laut Sumbawa, Perairan Sorong – Rajaampat, Perairan Kep. Selayar – Sabalana, dan wilayah terakhir untuk gelombang skala sedang ini juga melanda Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua Barat.

Sedangkan wilayah yang akan dilanda gelombang setinggi 2,50 meter hingga 4,0 meter (tinggi) adalah Perairan Utara Sabang, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Perairan Barat Aceh, Selat Sumba bagian barat, Perairan Barat P. Simuelue hingga Kep. Mentawai, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Perairan Bengkulu – Enggano, Perairan Selatan Kep. Letti – Tanimbar, Perairan Barat Lampung, Perairan Selatan Kep. Kai – Aru, Samudra Hindia Barat Sumatra, Laut Arafuru bagian barat hingga tengah, Selat Sunda bagian selatan, Laut Jawa bagian timur, Perairan Selatan Jawa hingga P. Sumba, dan wilayah terakhir adalah Selat Makassar bagian selatan.

Berdasarkan Pantauan terhadap gelombang tinggi tersebut perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yang merupakan Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). Maka itu, diimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada. (*) 

 

Bagian Hubungan Masyarakat
Biro Hukum dan Organisasi
http://www.bmkg.go.id