Badan Intelijen Negara
<< November 2019 >>
MinSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
  • foto

    Menyempurnakan Landasan Infrastruktur, Membangun Sumber Daya Manusia

    Pada 20 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menggenapkan 5 tahun masa pemerintahannya. Kita patut bersyukur bahwa kita telah juga sebagai bangsa menentukan kepemimpinan Negara dan Pemerintahan periode 2019-2024. Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih K.H. Ma’ruf Amin pada saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengambil estafet kepemimpinan bangsa.

Waspada Hoaks Gelombang Panas Melanda Wilayah Indonesia, Masyarakat Dihimbau Tidak Panik

Jakarta  (23/10/2019)- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi pesan berantai yang beredar diberbagai platform media sosial, dan whatshapp bahwa Indonesia akan dilanda gelombang panas, tidak benar (hoaks). 

Seperti yang telah disampaikan BMKG, bahwa saat ini Indonesia dilanda suhu Panas, bukan gelombang panas. Fenomena gelombang panas tidak terjadi di Indonesia. Berdasarkan  data histori, suhu maksimun di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat Celsius. Data BMKG menyebut suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia sebesar 39,5 derajat celcius pada tahun 2015 di Kota Semarang, Prov Jateng. 

Gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada Lintang menengah dan tinggi.Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya Gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Bahkan pada tanggal 20 Oktober terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi yaitu, Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 C, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 C. Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, dimana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 C.

BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas ini untuk minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi, mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan, serta mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi Karhutla.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang yang berpotensi terjadi di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:
- call center 021-6546315/18;
- http://www.bmkg.go.id;
- follow @infobmkg;
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Jakarta, 23 Oktober 2019


Deputi Bidang Meteorologi
Drs. R. Mulyono R. Prabowo M.Sc