Badan Intelijen Negara

Bom Mobil Guncang Kantor Intelijen Irak

Baghdad (23/8/2014)- Kantor Berita Aljazeera melaporkan bahwa situasi keamanan di Irak semakin mencekam, menyusul terjadinya serangan bom mobil bunuh diri terhadap Kantor  Dinas Intelijen  Irak, di Baghdad, Sabtu 23 Agustus 2014, yang mengakibatkan setidaknya 13 orang tewas dan 25 orang lainnya cedera.  
 
Seorang pelaku bom bunuh diri mengemudikan mobil sarat dengan bahan peledak, kemudian meledakkan diri di pintu masuk markas besar intelijen dalam negeri di persimpangan daerah Karadah, dengan target kantor intelijen dan kantor kepolisian pusat Irak.   

Serangan bom bunuh diri muncul satu hari setelah kelompok bersenjata membunuh kurang lebih 73 pengikut Muslim Suni di masjid desa Provinsi Diyala. Puluhan warga yang saat itu melaksanakan Shalat Jumat diberondong di dalam masjid. Kejadian tersebut menimbulkan kemungkinan adanya serangan balasan sebagai salah satu tindakan untuk menguji kemampuan pemerintah dalam mengkonter kelompok ISIS.    

Sampai dengan saat ini, tidak ada klaim langsung kelompok yang bertanggung jawab terhadap peladakan tersebut, tetapi bom bunuh diri merupakan tanda khusus dari kelompok Sunni, termasuk kelompok yang loyal dengan ISIS.

Sejak awal tahun ini, Irak menghadapi perkembangan pemberontak Sunni dan ISIS yang mengambil alih kawasan barat dan utara.  

Lebih jauh lagi, kelompok ISIS telah menguasai Irak Utara untuk memperingatkan pemerintah Baghdad dan sekutu baratnya. Amerika  telah meluncurkan serangan udara di Irak untuk pertama kalinya sejak penarikan tentara pada 2011.

Ledakan, penculikan dan eksekusi penembakan terjadi hampir setiap waktu, puncak dari kekerasan sekterian terjadi di sepanjang tahun 2006-2007. (*/Disarikan dari berbagai sumber)