Badan Intelijen Negara
<< Februari 2020 >>
MinSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
  • foto

    Menyempurnakan Landasan Infrastruktur, Membangun Sumber Daya Manusia

    Pada 20 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menggenapkan 5 tahun masa pemerintahannya. Kita patut bersyukur bahwa kita telah juga sebagai bangsa menentukan kepemimpinan Negara dan Pemerintahan periode 2019-2024. Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih K.H. Ma’ruf Amin pada saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengambil estafet kepemimpinan bangsa.

CIA Menyatakan Jumlah Pengikut ISIS Dibawah Perkiraan

Timur Tengah, (15/9/2014) – Menurut sumber CIA, ISIS saat ini mempunyai pengikut kurang lebih 20 ribu sampai 31 ribu pejuang yang bergerak di bawah tanah. Pejuang ISIS yang berada di Suriah berjumlah sekitar 15 ribu, termasuk diantaranya 200 orang asing. Pernyataan tersebut disampaikan sumber resmi dari petugas intelijen AS kepada kantor berita AFP pada hari Kamis (11/9/2014).
 
Perkiraan jumlah pejuang ISIS tersebut terungkap setelah satu hari Presiden Barack Obama menjanjikan untuk memperluas serangan melawan pejuang ISIS, rencana awal adalah serangan pesawat udara AS terhadap kelompok ISIS di Suriah. Kemudian serangan kembali akan diperluas dengan target di Irak, dan gerakan baru mendukung kekuatan pemerintah Irak.
 
“CIA menilai ISIS dapat menghimpun  antara 20 ribu sampai dengan 31.500 pejuang di Irak dan Suriah, berdasarkan tinjauan baru laporan semua sumber intelijen dari bulan Mei sampai Agustus”, kata Ryan Trapani, juru bicara CIA, 
 
Perkembangan peningkatan pengikut ISIS baru ini mencerminkan peningkatan jumlah anggota karena proses perekrutan sejak Juni mengikuti keberhasilan di medan perang dan deklarasi khilafah. 
 
Pejabat senior AS secara resmi menyuarakan keprihatinan bahwa dengan adanya pejuang asing yang masuk dalam kelompok ISIS, terutama pemegang paspor asing. Sehingga berpotensi untuk kembali ke medan perang dengan mempersiapkan serangan teroris di Eropa dan Amerika.  
 
ISIS telah menguasai sebagian besar Irak dan Suriah. Kampanye brutal, termasuk melakukan pemenggalangan terhadap lawan dan membunuh ratusan anggota kelompok minoritas Irak.
 
Dalam minggu-minggu ini, ISIS mengeluarkan video yang menggambarkan pemenggalan kepada dua wartawan Amerika di Suriah. (*/Disarikan dari berbagai sumber)