Badan Intelijen Negara
<< November 2018 >>
MinSenSelRabKamJumSab
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 
  • foto

    Solidaritas Pertemuan IMF-Bank Dunia untuk Bencana Alam di Indonesia

    Jakarta (9/10/2018)- Indonesia kembali mencuri perhatian dunia, untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah IMF World Bank Group Annual Meetings 2018 (IMF-WBG AM 2018) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 8-14 Oktober 2018 di Kawasan Nusa Dua, Bali. Pertemuan IMF-WBG AM 2018 mempunyai nilai strategis dan dapat dijadikan momentum bagi Indonesia sebagai middle-income country mampu menunjukkan kemajuan ekonomi dan kepemimpinan serta komitmen dalam penanganan isu-isu global. Di tengah persiapan penyelenggaraan perhelatan akbar tersebut, telah diwarnai dengan tragedi bencana alam dan tsunami yang menimpa daerah di Indonesia, khususnya Lombok dan Palu. Bencana gempa dan tsunami juga menjadi perhatian bersama penyelenggara baik dari pemerintah pusat maupun dari perwakilan IMF. Bentuk kepedulian ditunjukkan melalui aksi solidaritas terhadap bencana gempa yang diberi nama ‘Solidarity for Lombok’ tepat satu hari sebelum perhelatan dimulai.

CIA Menyatakan Jumlah Pengikut ISIS Dibawah Perkiraan

Timur Tengah, (15/9/2014) – Menurut sumber CIA, ISIS saat ini mempunyai pengikut kurang lebih 20 ribu sampai 31 ribu pejuang yang bergerak di bawah tanah. Pejuang ISIS yang berada di Suriah berjumlah sekitar 15 ribu, termasuk diantaranya 200 orang asing. Pernyataan tersebut disampaikan sumber resmi dari petugas intelijen AS kepada kantor berita AFP pada hari Kamis (11/9/2014).
 
Perkiraan jumlah pejuang ISIS tersebut terungkap setelah satu hari Presiden Barack Obama menjanjikan untuk memperluas serangan melawan pejuang ISIS, rencana awal adalah serangan pesawat udara AS terhadap kelompok ISIS di Suriah. Kemudian serangan kembali akan diperluas dengan target di Irak, dan gerakan baru mendukung kekuatan pemerintah Irak.
 
“CIA menilai ISIS dapat menghimpun  antara 20 ribu sampai dengan 31.500 pejuang di Irak dan Suriah, berdasarkan tinjauan baru laporan semua sumber intelijen dari bulan Mei sampai Agustus”, kata Ryan Trapani, juru bicara CIA, 
 
Perkembangan peningkatan pengikut ISIS baru ini mencerminkan peningkatan jumlah anggota karena proses perekrutan sejak Juni mengikuti keberhasilan di medan perang dan deklarasi khilafah. 
 
Pejabat senior AS secara resmi menyuarakan keprihatinan bahwa dengan adanya pejuang asing yang masuk dalam kelompok ISIS, terutama pemegang paspor asing. Sehingga berpotensi untuk kembali ke medan perang dengan mempersiapkan serangan teroris di Eropa dan Amerika.  
 
ISIS telah menguasai sebagian besar Irak dan Suriah. Kampanye brutal, termasuk melakukan pemenggalangan terhadap lawan dan membunuh ratusan anggota kelompok minoritas Irak.
 
Dalam minggu-minggu ini, ISIS mengeluarkan video yang menggambarkan pemenggalan kepada dua wartawan Amerika di Suriah. (*/Disarikan dari berbagai sumber)