Badan Intelijen Negara
« April 2017 »
MinSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
  • foto

    Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT IORA 2017

    Jakarta, (06/03/2017). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) yang digelar pada 5 hingga 7 Maret 2017 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Parlemen Rusia : Intelijen Jerman Mengarahkan Titik Kecelakaan Pesawat MH17 di Kiev

Rusia (19/10/2014)- Anggota parlemen senior Rusia menyatakan bahwa kesimpulan sementara Badan Intelijen Jerman (BND) pada dugaan jatuhnya Boeing 777 Malaysia di Ukrainia Timur, penyebabnya adalah adanya sistem misil lokal yang diluncurkan di Kiev. 

Intelijen Jerman menyatakan jatuhnya Boeing sebagai target empuk sistem misil BUK. Hal tersebut menunjukkan bahwa Rusia tidak terlibat dalam kecelakaan pesawat Boeing 777 milik Maskapai Malaysia. Misil Buk  dapat diluncurkan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina, kata  Alexei Pushkov, orang yang memimpin komite urusan luar negeri Rusia, ungkapnya di Twitter.

Pernyataan ini bermula setelah Kepala Badan Intelijen Jerman, Gerhard Schindler menyatakan organisasinya telah menemukan Donbas Milita (Militer Ukrania) yang bertanggung jawab dalam penembakan pesawat Boeing Malaysia menggunakan sistem misil BUK, walaupun organisasinya tidak cukup memberikan bukti untuk menyimpulkan kejadian tersebut.

Pertama kali, Schindler menerima laporan yang disajikan oleh BND tentang kecelakaan MH17, dari citra satelit dan bukti foto kemudian pada  8 Oktober 2014 dipresentasikan di depan komite parlemen yang bertanggungjawab untuk mengawasi kinerja intelijen Jerman.

Dalam laporan tersebut, ditemukan beberapa bukti yang ditemukan pada kecelakaan MH17 telah dipalsukan. Otoritas Ukrania telah memanipulasi bukti foto kecelakaan, kutipan Schindler dalam sebuah surat kabar nasional. 

Penerbangan MH17 milik Maskapai Malaysia pada 17 Juli 2014 sedang melakukan perjalanan penerbangan balik dari Amsterdam ke Kuala Lumpur kemudian terjatuh di daerah Donestsk, Ukrania Timur, yang menewaskan sekitar 298 orang, empat diantaranya adalah warga negara Jerman. 

Sampai saat ini penyebab resmi tragedi tersebut masih belum jelas, tetapi menurut sebuah laporan awal yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan Belanda pada tanggal 9 September 2014, pesawat ini mengalami kerusakan di udara sebagai akibat dari kerusakan struktur badan pesawat yang disebabkan oleh besarnya energi yang menembus badan pesawat  dari luar. 

Pemerintah Ukraina menyalahkan pendukung kemerdekaan dari wilayah timur sebagai dalang yang melakukan aksi penembakan misil  pesawat milik Maskapai Malaysia, tetapi perkembangan terakhir mengatakan mereka tidak memiliki senjata yang mampu menjatuhkan sebuah pesawat ketika sedang terbang tinggi. (*/Disarikan dari Pelbagai Sumber)