Badan Intelijen Negara
<< November 2018 >>
MinSenSelRabKamJumSab
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 
  • foto

    Solidaritas Pertemuan IMF-Bank Dunia untuk Bencana Alam di Indonesia

    Jakarta (9/10/2018)- Indonesia kembali mencuri perhatian dunia, untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah IMF World Bank Group Annual Meetings 2018 (IMF-WBG AM 2018) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 8-14 Oktober 2018 di Kawasan Nusa Dua, Bali. Pertemuan IMF-WBG AM 2018 mempunyai nilai strategis dan dapat dijadikan momentum bagi Indonesia sebagai middle-income country mampu menunjukkan kemajuan ekonomi dan kepemimpinan serta komitmen dalam penanganan isu-isu global. Di tengah persiapan penyelenggaraan perhelatan akbar tersebut, telah diwarnai dengan tragedi bencana alam dan tsunami yang menimpa daerah di Indonesia, khususnya Lombok dan Palu. Bencana gempa dan tsunami juga menjadi perhatian bersama penyelenggara baik dari pemerintah pusat maupun dari perwakilan IMF. Bentuk kepedulian ditunjukkan melalui aksi solidaritas terhadap bencana gempa yang diberi nama ‘Solidarity for Lombok’ tepat satu hari sebelum perhelatan dimulai.

Simpan Cara Membuat Bom, Remaja di Austria Dijatuhi Hukuman Penjara

Austria (28/5/2015) - Seorang remaja berumur 14 tahun di Austria, yang mengunduh cara pembuatan bom di konsol permainan Playstation, dijatuhi hukuman dua tahun penjara pada Selasa (26/5/2015) dengan tuduhan terlibat terorisme.

Juru bicara pengadilan wilayah Sankt Poelten, Austria, mengatakan remaja berkewarganegaraan Turki dijatuhi hukuman penjara 2 tahun dengan penjelasan 16 bulan hukuman percobaan, dan sisanya 8 bulan menjalani hukuman di pusat penahanan remaja.

Sebelumnya, pada Oktober 2014, remaja tersebut sempat ditahan untuk dilakukan interogasi perihal kecurigaan keterkaitan dengan kegiatan terorisme, tetapi akhirnya dilepaskan. Selanjutnya, di bulan Januari 2015, kembali ditahan untuk kedua kalinya.


Remaja tersebut juga harus menghadapi ancaman hukuman penjara maksimum lima tahun karena mendukung sebuah organisasi teroris dan merencanakan sebuah serangan.  


Jaksa mendakwa remaja tersebut dengan didasarkan pada bukti berupa data ditemukan pada Playstation, termasuk cara mengebom bangunan yang diunduh dari internet.


Menurut Kementerian Dalam Negeri Austria, lebih dari 200 orang meninggalkan Austria untuk berperang di Timur Tengah.  Sekitar 30 di antaranya tewas sementara 70 orang lainnya telah kembali ke Austria.


Dalam kasus terpisah, pengadilan di Wina pada Selasa (26/5/2015) membebaskan seorang gadis 16 tahun, yang dituduh mempersiapkan diri untuk bergabung dengan satu organisasi teroris. (*/disarikan dari pelbagai sumber)