Badan Intelijen Negara
<< Maret 2019 >>
MinSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
  • foto

    Pentingnya Pengelolaan Perbatasan Negara

    Mewujudkan Nawacita ke-3 yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, menjadi salah satu program prioritas pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Upaya perwujudan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang ada di pelosok daerah, khususnya wilayah perbatasan negara, dalam hal pemenuhan rasa aman dan sejahtera.

Kunjungan Kerja DWP BIN ke Tempat Budidaya Tanaman Hias dan Jamur

Bogor (19/03/2014) – Dharma Wanita Persatuan Badan Intelijen Negara (DWP BIN) melakukan kunjungan kerja ke tempat pembibitan tanaman hias dan budidaya jamur di Bogor pada hari Rabu, 19 Maret 2014. Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Wakil Kepala BIN selaku Ketua DWP BIN, Triyana Maroef Sjamsoeddin dan seluruh pengurus DWP BIN.

Pusat pembibitan tanaman hias yang terletak di Jalan Cikopo Selatan no.77, Desa Sukamanah, Kampung Pasir Muncang, Kecamatan Megamendung, Bogor ini mengkhususkan pada tanaman bunga Krisan atau sering juga disebut bunga seruni. Tanaman ini berasal dari Jepang dan biasa dimanfaatkan untuk bunga hias dan campuran teh agar lebih harum.

Tanaman dengan nama latin Chrysantemum Speciesdapat dikembangbiakkan menjadi 41 jenis dengan warna-warna yang berbeda. Ibu-ibu DWP BIN berkeliling kebun bunga sambil mendengarkan penjelasan dari pihak pengelola mengenai cara bercocok tanam tanaman Krisan. Pengelola menyampaikan bahwa tanaman Krisan membutuhkan waktu 3 (tiga) bulan untuk siap dipanen. Pengelola memberi kesempatan kepada ibu-ibu untuk memanen sendiri bunga Krisan yang telah mekar. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan dan antusiasme ibu-ibu DWP BIN cukup besar. Sambil memanen, Ibu-Ibu bertanya tentang seluk beluk bunga Krisan dan pemanfaatannya.

DWP BIN kemudianmelanjutkan kegiatan ke tempat budidaya jamur, khusus jamur Tiram, yang letaknya tidak jauh dari tempat pembibitan tanaman hias. Ibu-ibu belajarlangsung bagaimana menanamdanmemanen jamur Tiram yang sudah layak produksi.

Jamur Tiram atau dengan nama latinPleurotus Ostreatus merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Jamur Tiram memiliki 10,5 - 30,4 % kadar protein.

Mengakhiri rangkaian kegiatan, Ketua DWP BIN memberikan plakat ucapan terimakasih atas ilmu pengetahuan yang disampaikan pengelola. Diharapkan DWP BIN dapat mengembangkan ilmu pembibitan tanaman hias dan budidaya jamur, bahkan bekerjasama sebagai bentuk pengembangan dan pelestarian lingkungan hidup. (*)