Badan Intelijen Negara
<< Februari 2019 >>
MinSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  
  • foto

    Pentingnya Pengelolaan Perbatasan Negara

    Mewujudkan Nawacita ke-3 yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, menjadi salah satu program prioritas pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Upaya perwujudan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang ada di pelosok daerah, khususnya wilayah perbatasan negara, dalam hal pemenuhan rasa aman dan sejahtera.

BIN Selenggarakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan

Jakarta (10/11/2015) – Badan Intelijen Negara (BIN) menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-70, dipimpin Kepala BIN, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, diikuti pejabat eselon I, II, III, IV, Pejabat Fungsional dan seluruh anggota BIN, di lapangan Kantor BIN, Jakarta, Selasa, 10 November, 2015.

Kepala BIN, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, dalam membacakan sambutan Menteri Sosial menyatakan bahwa peringatan Hari Pahlawan sangat penting, karena merupakan barometer keyakinan terhadap nilai-nilai kejuangan kehidupan berbangsa dan bernegara.Selain itu, juga sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang untuk mewujudkan kemerdekaan dan menjaga tetap utuhnya negara kesatuan Republik Indonesia.

 "Peringatan Hari Pahlawan tahun 2015 difokuskan untuk membangun kesadaran dan ingatan kolektif seluruh bangsa Indonesia sebagai representasi pengakuan, penghormatan, dan penghargaan dari nilai-nilai kejuangan untuk diimplementasikan dalam kehidupan bernegara pada waktu kini dan akan datang", tegas Sutiyoso.

Peringatan Hari Pahlawan ke-70 pada tahun 2015 ini mengambil tema "Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku” memiliki makna menginternalisasi jiwa anak bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk ke dalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani demi kebenaran serta patriotik.

Saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan persatuan, keutuhan, dan produktifitas bangsa yang jauh dari dicita-cita dan perjuangan para pendiri bangsa yang telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Oleh karena itu, marilah kita renungkan langkah besar Bapak Bangsa kita yang terhimpun dalam Panitia Sembilan BPUPKI yang telah mewariskan lima norma dan nilai-nilai yang kemudian menjadi Pancasila sebagai dasar negara, sebagai ideologi pemersatu bangsa, serta sebagai spirit kegotong-royongan dalam bermasyarakat dan bernegara", lanjut Sutiyoso.

"Untuk itu marilah momentum ini kita jadikan satu langkah baru untuk membangun keyakinan dan optimisme kita sebagai warga bangsa untuk dijadikan landasan revolusi karakter bagi bangsa Indonesia menjadi negara maju dan bermartabat", tutup Sutiyoso.(*).