Badan Intelijen Negara
<< September 2018 >>
MinSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
  • foto

    Silas Papare, Tokoh Pejuang dari Timur Indonesia

    Jakarta (20/7/2018)- Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawanya, demikian kata-kata bijak yang sering kita dengar terutama saat kita teringat akan tokoh-tokoh pejuang bangsa kita. Saat itulah terlintas dalam pikiran kita nama-nama besar pahlawan nasional, seperti Pangeran Diponegoro, Jenderal Soedirman, Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dien, dan lain sebagainya. Disamping nama-nama besar diatas, masih banyak tokoh pejuang yang jarang kita dengar namanya, seperti Silas Papare, seorang tokoh pejuang dari timur Indonesia yang berjasa menyatukan Irian Jaya (Papua) ke dalam wilayah Indonesia. Silas Papare adalah keturunan asli Papua yang lahir di Serui tahun 1918. Silas Papare mengenyam pendidikan sekolah zending dan pendidikan juru rawat. Silas papare bekerja di rumah sakit di Serui selama 3 tahun, kemudian bekerja pada perusahaan minyak di Sorong sampai Jepang masuk pada awal 1942. Setelah itu Silas kembali ke Serui dan menjadi petani. Pada tahun 1944 Silas Papare direkrut oleh Amerika untuk menjadi mata-mata membantu Amerika mengusir Jepang dari Irian. Pasca Jepang kalah pada Perang dunia ke-2, Belanda kembali mendirikan pemerintahan kolonialnya di Irian. Karena tidak menyukai Belanda, Silas kembali lagi ke Serui dan bekerja di rumah sakit. Pada Desember 1945, Silas bersama teman-temannya berusaha mempengaruhi pemuda-pemuda Irian Barat yang tergabung dalam Batalyon Papua untuk melancarkan pemberontakan. Rencana tersebut gagal karena bocornya informasi. Ia kemudian ditangkap dan dipenjarakan di Jayapura. Saat menjalani masa tahanan di Jayapura, Silas Papare berkenalan dengan Dr. Sam Ratulangi, Gubernur sulawesi yang diasingkan oleh Belanda di tempat tersebut. Perkenalannya dengan Sam Ratulangi membuatnya semakin yakin bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Negara kesatuan Republik Indonesia. Dengan keyakinanya tersebut akhirnya pada November 1946 Silas Papare mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). PKII berperan penting dalam menumbuhkan dan membesarkan benih nasionalisme keindonesiaan di Tanah Papua (Irian). Di bawah ancaman penjajah Belanda, aktivitas PKII dinyatakan ilegal. Namun Papare dan kawan-kawannya terus berjuang di bawah tanah. Dalam tekanan Belanda yang ketat itu anggota PKII terus bertambah. Pada tahun 1949 PKII tercatat memiliki anggota 4000 orang. Keberanian Silas Papare dalam mendirikan PKII membuatnya kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Namun kemudian ia berhasil melarikan diri menuju Yogyakarta.
Kegiatan Internal
  • foto

    BIN Gelar Syukuran Ulang Tahun Ke-68

    JAKARTA,(13/05/2014)- Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar acara syukuran dalam rangka ulang tahun ke-68, Selasa, 13 Mei 2014, bertempat di Komplek Kasatrian Soekarno Hatta, Jakarta Selatan. Acara yang berlangsung secara sederhana dan khidmat tersebut dihadiri Kepala BIN, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, penasehat utama DWP BIN Ny. Triwatty Marciano, para pejabat BIN, pengurus DWP BIN, dan seluruh anggota BIN.
  • foto

    Kunjungan Kerja DWP BIN ke Tempat Budidaya Tanaman Hias dan Jamur

    Bogor (19/03/2014) – Dharma Wanita Persatuan Badan Intelijen Negara (DWP BIN) melakukan kunjungan kerja ke tempat pembibitan tanaman hias dan budidaya jamur di Bogor pada hari Rabu, 19 Maret 2014. Kegiatan ini diikuti oleh Ibu Wakil Kepala BIN selaku Ketua DWP BIN, Triyana Maroef Sjamsoeddin dan seluruh pengurus DWP BIN.
  • foto

    DWP BIN Gelar Seminar Kesehatan

    Jakarta (5/2/2014)- Dharma Wanita Persatuan Badan Intelijen Negara (DWP BIN) menggelar pertemuan rutin dengan acara membahas masalah kesehatan, bertema “Tata Kelola Penyakit Hipertensi dan Diabetes Mellitus”, dengan narasumber Dra.Herlina Soemitro, Regional MarComm Laboratorium Klinik Prodia, dihadiri oleh Ketua DWP BIN, Triyana Maroef Sjamsoeddin, beserta segenap pengurus dan anggota DWP BIN, bertempat di Kantor DWP BIN, Komplek Kasatrian Soekarno Hatta, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Februari 2014.
  • foto

    Sosialisasi Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Penyelengaraan Intern Pemerintah (SPIP), setiap instansi pemerintah berkewajiban menerapkan SPIP dalam kegiatannya. Penerapan SPIP dengan baik dan benar akan meningkatkan citra instansi pemerintah karena mampu mencapai tujuannya secara efektif dan efisien, menampilkan laporan keuangan yang andal, serta menghindarkan negara dari kerugian karena memiliki SDM taat pada peraturan
  • foto

    Dharma Wanita Persatuan BIN Peringati Hari Kartini

    Kaum ibu sebagai manager rumah tangga, harus memberikan peranan penting untuk mengatur sumber daya energi, salah satu caranya adalah mengikuti program energi yang dicanangkan oleh pemerintah. Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) BIN, Triyana Ma’ruf Sjamsoeddin dalam sambuatan acara peringatan Hari Kartini yang dibacakan Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan BIN Hj.Setiorini Beny Roelyawan, Gedung Pertemuan Badan Intelijen Negara, Kompleks Kasatrian Soekarno-Hatta, Jakarta, Selasa, 16 April 2013.