Badan Intelijen Negara
« November 2014 »
MinSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30      
  • foto

    Spy Pen, Alat Intelijen Perekam Tersembunyi

    Jakarta (10/11/2014)- Seperti halnya alat-alat yang digunakan dalam film James Bond atau Men In Black serta pelbagai film spionase lainnya. Tahukah anda, bahwa kesemua film tersebut tidak terlepas dari bantuan alat intelijen yang canggih. Terkadang netizen dibuat tidak percaya, adakah alat-alat intelijen tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini,alat-alat tersebut telah dimodifikasi dan divariasi mulai dari bentuk, model serta kegunaannya. Salah satu dari ribuan alat intelijen tercanggih yang juga telah digunakan sekelas CIA adalah HD Camcorder Spy Pen.
Berita Nasional
  • foto

    BIN Gelar Upacara Hari Pahlawan

    Jakarta (10/11/2014)- Sejarah perjalanan Bangsa dan Negara Indonesia menunjukkan bahwa untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperlukan perjuangan panjang. NKRI tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka berdaulat dan terhormat tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya. Demikian disampaikan Sekertaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Zaelani membacakan sambutan Menteri Sosial Republik Indonesia.
  • foto

    BIN Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86

    Jakarta (28/10/2014)- Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum historis yang teramat penting dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa. Bagi para pemuda Indonesia, Sumpah Pemuda merupakan manifestasi dari kepeloporan dan kepeduliaannya untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan sejajar dengan bangsa lain.
  • foto

    Ka BIN : BIN Menjadi Simpul Penting dalam Mengawal Proses Alih Kepemimpinan Di Indonesia

    Jakarta (21/10/2014) - Pemerintahan SBY-Boediono selama dua periode telah berakhir dengan baik, BIN merupakan satu simpul penting yang menentukan stabilitas keamanan di negeri ini. Tanpa koordinasi komunitas intelijen, akan terjadi benturan di daerah yang berdampak pada timbulnya korban. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen (Purn) Marciano Norman saat memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai BIN di Gedung Pertemuan Soekarno-Hatta BIN, Jakarta.
  • foto

    Ka BIN: Profesionalitas Intelijen Diperlukan dalam Mengawal Pemerintahan

    Jakarta (17/10/2014)- Tugas Badan Intelijen Negara kedepan adalah mengawal pemerintahan yang baru dengan baik melalui dukungan penuh terhadap pelaksanaan program kerja. Sehingga kemajuan dan keutuhan Indonesia dapat tercapai dengan tepat dan proporsional. Demikian pernyataan Kepala BIN Letjen (Purn) Marciano Norman saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa paska sarjana Sekolah Tinggi Intelijen Negara di Pusdiklat BIN, Jakarta.
  • foto

    Wisuda Sarjana STIN : Nasionalisme, Internasionalisme, dan Idealisme Intelijen

    Bogor (14/10/2014)- Perkembangan geopolitik internasional telah mengubah bentuk ancaman konvensional menjadi non-konvensional. Diperlukan postur intelijen yang memiliki semangat nasionalisme, internasionalisme dan idealisme untuk bisa mengubah ancaman menjadi peluang. Sehingga Indonesia dapat bangkit dari sejarah kelam dan memanfaatkan momentum abad 21 sebagai momentum sejarah yang luar biasa. Demikian pernyataan Kepala BIN Letjen (Purn) Marciano Norman saat memberikan sambutan dalam sidang terbuka senat akademik STIN dalam rangka wisuda sarjana tahun 2014 di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Sidang terbuka tersebut turut dihadiri oleh para pejabat eselon I di jajaran Badan Intelijen Negara.
  • foto

    Kepala BIN Mendapat Penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana

    Jakarta - (13/10/2014) Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Negara, Jakarta. Penghargaan tersebut turut diberikan kepada 68 pejabat negara, termasuk mantan Kepala BIN, Syamsir Siregar.
  • foto

    Memaknai Nilai Keiklasan dan Pengorbanan dalam Idul Adha 1435H

    Jakarta (5/10/2014)- Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan shalat Idul Adha 1435H adalah keiklasan yang mengandung nilai-nilai pengorbanan. Keiklasan tanpa pengorbanan adalah keiklasan palsu, dan pengorbanan tanpa keiklasan adalah pengorbanan semu. Demikian substansi pernyataan DR. H. Umar Ibrahim, M. Ag yang bertindak sebagai pengkhutbah dalam sholat Idul Adha, dengan tema “Keiklasan dan Pengorbanan dalam Kisah Teladan Keluarga Nabi Ibrahim AS”, yang dilaksanakan di Masjid Jami’Baitul Akbar, kompleks perkantoran Badan Intelijen Negara (BIN), Kesatrian Soekarno Hatta, Jakarta, Minggu, 5 Oktober 2014.