Badan Intelijen Negara
« Oktober 2014 »
MinSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
  • foto

    Malahayati, Admiral Perempuan Pertama di Dunia

    Jakarta, (17/9/2014)- Emansipasi sejak jaman penjajahan memang masih belum dikenal, tetapi sejarah telah menorehkan lain, ternyata angin emansipasi lambat laun berhembus menuju Bumi Nusantara. Kehebatan kaum perempuan Melayu-Nusantara telah menginspirasi perubahan peran kaum perempuan di seluruh dunia, terbukti torehan nama kapal perang KRI Malahayati yang diambil dari seorang pejuang perempuan dari Aceh sebagai admiral perempuan pertama di dunia. Beliau juga tercatat dalam sejarah sukses menghalau Portugis dan Belanda masuk ke Aceh, sesuai catatan seorang wanita Belanda, Marie Van Zuchtelen, dalam bukunya berjudul “Vrouwlijke Admiral Malahayati” (Malahayati- Sang Admiral Wanita).
Berita Nasional
  • foto

    BIN Raih Penghargaan AKIP Tahun 2014

    Jakarta (24/09/2014) – Badan Intelijen Negara (BIN) memperoleh penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2014 dari Pemerintah bersama kementerian, lembaga dan Pemerintah Provinsi yang akuntabilitas kinerjanya baik. BIN berhasil meraih predikat B, dan penghargaan diterima oleh Wakil Kepala BIN Erfi Triassunu mewakili Kepala BIN Letjen TNI (Pur) Marciano Norman. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono pada Rabu, 24 September 2014, bertempat di Istana Wapres Jakarta.
  • foto

    Peluang dan Tantangan Bonus Demografi

    Jakarta (18/09/2014)- Periode 2012 - 2045 Indonesia akan memperoleh bonus demografi, mengingat jumlah usia produktif mengalami peningkatan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, akan menjadi malapetaka atau Demographic Disaster. Upaya strategis perlu dilakukan secara sinergis, sehingga manfaat secara ekonomi, politik, sosial dan budaya dapat diperoleh secara maksimal. Demikian sambutan Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang disampaikan oleh Zaelani, Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara dalam Pembukaan Dialog Publik tentang Peluang dan Tantangan Bonus Demografi Indonesia. Dialog Publik tersebut turut menghadirkan Kepala BKKBN, Prof. Dr. Fasli Jalal, PhD. SpOK, dan Pengamat Ekonomi, Prof. Dr.Ahmad Erani Yustika,SE, M.Sc. serta para pejabat eselon I, II dan III BIN, bertempat di Gedung Pertemuan Soekarno Hatta, Kompleks BIN, Jakarta Selatan.
  • foto

    Kuliah Perdana Paska Sarjana Sekolah Tinggi Intelijen Negara

    Jakarta, (8/9/2014)-Badan Intelijen Negara membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh dan berkualitas guna menghasilkan output dan outcome yang optimal, efisien, dan efektif. Pemenuhan kebutuhan SDM tersebut diperoleh dari penyelenggaraan pendidikan paska sarjana di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). Demikian pernyataan Kepala BIN Letjen TNI (Pur) Marciano Norman dalam pembukaan kuliah perdana Program Paska Sarjana Intelijen STIN, yang dibacakan oleh Waka BIN Mayjen TNI Erfi Triassunu, di Jakarta, Senin, 8 September 2014.
  • foto

    Kepala BIN : Masyarakat Perlu Mewaspadai Upaya Adu Domba

    Pontianak (14/08/2014)- Hubungan silaturahim yang kuat membuat bangsa Indonesia tidak mudah diadu domba, dan akan menjadi bangsa besar. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman saat mengunjungi Pondok Pesantren Darunnaim Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis, 14 Agustus 2014.
  • foto

    Kepala BIN : Tidak Ada Ruang Bagi ISIS di Indonesia

    Jakarta (7/8/2014) - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI(Purn) Marciano Norman menegaskan bahwa tidak boleh ada peluang bagi paham Negara Islam Irak dan Suriah,Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) untuk berkembang di negara Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Kepala BINusai melantik pejabat eselon I, II dan III di lingkungan BIN, bertempat di Gedung pertemuan Soekarno Hatta, Kompleks Kantor BIN, Jakarta,Kamis,7 Agustus 2014.
  • foto

    Kepala BIN : Peran Masyarakat Dibutuhkan dalam Menghentikan Paham ISIS di Indonesia

    Jakarta (5/8/2014)- Pemerintah Indonesia secara resmi telah melarang masuk dan berkembangnya paham Negara Islam Irak dan Suriah,Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Paham ISIS tidak sesuai dengan ideologi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan azas kebhinekaan.Badan Intelijen Negara (BIN) mengharapkan peran serta masyarakat untuk turut membantu pemerintah menjaga negara sendiri. Demikian pernyataan Kepala BIN, Letjen (Purn.) Marciano Norman seusai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin, 4 Agustus 2014.
  • foto

    BIN Rayakan Sholat Idul Fitri 1435 H

    Jakarta (28/7/2014) – Idul fitri memiliki makna dalam dan luas, yakni hari yang melambangkan kesucian agama Islam, yang melambangkan persaudaraan yang kuat, persatuan dan kesatuan yang kokoh, serta persaudaraan di antara manusia, yang semuanya itu merupakan landasan penting bagi kokoh dan tegaknya suatu kelompok madani, yaitu masyarakat yang mengedepankan supremasi hukum, adil, tertib, bersatu dan demokratis.