Badan Intelijen Negara
« Februari 2015 »
MinSenSelRabKamJumSab
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
  • foto

    Spy Pen, Alat Intelijen Perekam Tersembunyi

    Jakarta (10/11/2014)- Seperti halnya alat-alat yang digunakan dalam film James Bond atau Men In Black serta pelbagai film spionase lainnya. Tahukah anda, bahwa kesemua film tersebut tidak terlepas dari bantuan alat intelijen yang canggih. Terkadang netizen dibuat tidak percaya, adakah alat-alat intelijen tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini,alat-alat tersebut telah dimodifikasi dan divariasi mulai dari bentuk, model serta kegunaannya. Salah satu dari ribuan alat intelijen tercanggih yang juga telah digunakan sekelas CIA adalah HD Camcorder Spy Pen.
Berita Nasional
  • foto

    Kunjungan Presiden RI ke Badan Intelijen Negara

    Jakarta, (13/1/2015) - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengunjungi kantor Badan Intelijen Negara (BIN) dalam rangka melihat kesiapan BIN mendukung program dan kebijakan pemerintah. Turut hadir dalam kunjungan Presiden tersebut dintaranya Menko Polhukam Tedjo Edy Purdijatno, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kapolri Jenderal Pol Sutarman, dan pejabat Komite Intelijen Pusat, di Kompleks Perkantoran BIN, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Januari 2015.
  • foto

    BIN Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu ke-86

    Jakarta (22/12/2014) – Dalam memperingati Hari Ibu ke-86, Badan Intelijen Negara (BIN) menyelenggarakan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Kepala BIN Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, bertempat di Kompleks Kasatrian Soekarno – Hatta, Jakarta, Senin, 22 Desember 2014. Upacara bendera di lingkungan BIN dihadiri para pejabat, seluruh anggota, dan undangan ibu-ibu Darma Wanita Persatuan BIN.
  • foto

    BIN Gelar Upacara Hari Pahlawan

    Jakarta (10/11/2014)- Sejarah perjalanan Bangsa dan Negara Indonesia menunjukkan bahwa untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperlukan perjuangan panjang. NKRI tidak akan bisa berdiri menjadi negara yang merdeka berdaulat dan terhormat tanpa perjuangan para pejuang, pendiri bangsa dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya. Demikian disampaikan Sekertaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Zaelani membacakan sambutan Menteri Sosial Republik Indonesia.
  • foto

    BIN Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86

    Jakarta (28/10/2014)- Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum historis yang teramat penting dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa. Bagi para pemuda Indonesia, Sumpah Pemuda merupakan manifestasi dari kepeloporan dan kepeduliaannya untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan sejajar dengan bangsa lain.
  • foto

    Ka BIN : BIN Menjadi Simpul Penting dalam Mengawal Proses Alih Kepemimpinan Di Indonesia

    Jakarta (21/10/2014) - Pemerintahan SBY-Boediono selama dua periode telah berakhir dengan baik, BIN merupakan satu simpul penting yang menentukan stabilitas keamanan di negeri ini. Tanpa koordinasi komunitas intelijen, akan terjadi benturan di daerah yang berdampak pada timbulnya korban. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen (Purn) Marciano Norman saat memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai BIN di Gedung Pertemuan Soekarno-Hatta BIN, Jakarta.
  • foto

    Ka BIN: Profesionalitas Intelijen Diperlukan dalam Mengawal Pemerintahan

    Jakarta (17/10/2014)- Tugas Badan Intelijen Negara kedepan adalah mengawal pemerintahan yang baru dengan baik melalui dukungan penuh terhadap pelaksanaan program kerja. Sehingga kemajuan dan keutuhan Indonesia dapat tercapai dengan tepat dan proporsional. Demikian pernyataan Kepala BIN Letjen (Purn) Marciano Norman saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa paska sarjana Sekolah Tinggi Intelijen Negara di Pusdiklat BIN, Jakarta.
  • foto

    Wisuda Sarjana STIN : Nasionalisme, Internasionalisme, dan Idealisme Intelijen

    Bogor (14/10/2014)- Perkembangan geopolitik internasional telah mengubah bentuk ancaman konvensional menjadi non-konvensional. Diperlukan postur intelijen yang memiliki semangat nasionalisme, internasionalisme dan idealisme untuk bisa mengubah ancaman menjadi peluang. Sehingga Indonesia dapat bangkit dari sejarah kelam dan memanfaatkan momentum abad 21 sebagai momentum sejarah yang luar biasa. Demikian pernyataan Kepala BIN Letjen (Purn) Marciano Norman saat memberikan sambutan dalam sidang terbuka senat akademik STIN dalam rangka wisuda sarjana tahun 2014 di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Sidang terbuka tersebut turut dihadiri oleh para pejabat eselon I di jajaran Badan Intelijen Negara.