Badan Intelijen Negara
« Oktober 2014 »
MinSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
  • foto

    Reaktualisasi Nilai-Nilai Pancasila

    Jakarta (16/10/2014)- Bangsa Indonesia telah melalui beberapa tahap perjalanan sejarah dan melewati masa kesadarang kebangsaan pada tahun 1908, kesadaran politik pada tahun 1911 dan kesadaran ideology pada tahun 1928 yang ditandai dengan peristiwa Sumpah Pemuda. Fase panjang tersebut turut mewarnai lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.Demikian pernyataan Dewan Pakar Pusat Kajian Ideologi Pancasila, Prof. DR. Soerjanto Poespowardojo dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada hari Kamis, 16 Oktober 2014, di Hotel Bidakara, Jakarta.
Berita Nasional
  • foto

    Ka BIN : BIN Menjadi Simpul Penting dalam Mengawal Proses Alih Kepemimpinan Di Indonesia

    Jakarta (21/10/2014) - Pemerintahan SBY-Boediono selama dua periode telah berakhir dengan baik, BIN merupakan satu simpul penting yang menentukan stabilitas keamanan di negeri ini. Tanpa koordinasi komunitas intelijen, akan terjadi benturan di daerah yang berdampak pada timbulnya korban. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen (Purn) Marciano Norman saat memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai BIN di Gedung Pertemuan Soekarno-Hatta BIN, Jakarta.
  • foto

    Ka BIN: Profesionalitas Intelijen Diperlukan dalam Mengawal Pemerintahan

    Jakarta (17/10/2014)- Tugas Badan Intelijen Negara kedepan adalah mengawal pemerintahan yang baru dengan baik melalui dukungan penuh terhadap pelaksanaan program kerja. Sehingga kemajuan dan keutuhan Indonesia dapat tercapai dengan tepat dan proporsional. Demikian pernyataan Kepala BIN Letjen (Purn) Marciano Norman saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa paska sarjana Sekolah Tinggi Intelijen Negara di Pusdiklat BIN, Jakarta.
  • foto

    Wisuda Sarjana STIN : Nasionalisme, Internasionalisme, dan Idealisme Intelijen

    Bogor (14/10/2014)- Perkembangan geopolitik internasional telah mengubah bentuk ancaman konvensional menjadi non-konvensional. Diperlukan postur intelijen yang memiliki semangat nasionalisme, internasionalisme dan idealisme untuk bisa mengubah ancaman menjadi peluang. Sehingga Indonesia dapat bangkit dari sejarah kelam dan memanfaatkan momentum abad 21 sebagai momentum sejarah yang luar biasa. Demikian pernyataan Kepala BIN Letjen (Purn) Marciano Norman saat memberikan sambutan dalam sidang terbuka senat akademik STIN dalam rangka wisuda sarjana tahun 2014 di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Sidang terbuka tersebut turut dihadiri oleh para pejabat eselon I di jajaran Badan Intelijen Negara.
  • foto

    Kepala BIN Mendapat Penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana

    Jakarta - (13/10/2014) Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Negara, Jakarta. Penghargaan tersebut turut diberikan kepada 68 pejabat negara, termasuk mantan Kepala BIN, Syamsir Siregar.
  • foto

    Memaknai Nilai Keiklasan dan Pengorbanan dalam Idul Adha 1435H

    Jakarta (5/10/2014)- Hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan shalat Idul Adha 1435H adalah keiklasan yang mengandung nilai-nilai pengorbanan. Keiklasan tanpa pengorbanan adalah keiklasan palsu, dan pengorbanan tanpa keiklasan adalah pengorbanan semu. Demikian substansi pernyataan DR. H. Umar Ibrahim, M. Ag yang bertindak sebagai pengkhutbah dalam sholat Idul Adha, dengan tema “Keiklasan dan Pengorbanan dalam Kisah Teladan Keluarga Nabi Ibrahim AS”, yang dilaksanakan di Masjid Jami’Baitul Akbar, kompleks perkantoran Badan Intelijen Negara (BIN), Kesatrian Soekarno Hatta, Jakarta, Minggu, 5 Oktober 2014.
  • foto

    BIN Raih Penghargaan AKIP Tahun 2014

    Jakarta (24/09/2014) – Badan Intelijen Negara (BIN) memperoleh penghargaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2014 dari Pemerintah bersama kementerian, lembaga dan Pemerintah Provinsi yang akuntabilitas kinerjanya baik. BIN berhasil meraih predikat B, dan penghargaan diterima oleh Wakil Kepala BIN Erfi Triassunu mewakili Kepala BIN Letjen TNI (Pur) Marciano Norman. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono pada Rabu, 24 September 2014, bertempat di Istana Wapres Jakarta.
  • foto

    Peluang dan Tantangan Bonus Demografi

    Jakarta (18/09/2014)- Periode 2012 - 2045 Indonesia akan memperoleh bonus demografi, mengingat jumlah usia produktif mengalami peningkatan. Jika tidak diantisipasi dengan baik, akan menjadi malapetaka atau Demographic Disaster. Upaya strategis perlu dilakukan secara sinergis, sehingga manfaat secara ekonomi, politik, sosial dan budaya dapat diperoleh secara maksimal. Demikian sambutan Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang disampaikan oleh Zaelani, Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara dalam Pembukaan Dialog Publik tentang Peluang dan Tantangan Bonus Demografi Indonesia. Dialog Publik tersebut turut menghadirkan Kepala BKKBN, Prof. Dr. Fasli Jalal, PhD. SpOK, dan Pengamat Ekonomi, Prof. Dr.Ahmad Erani Yustika,SE, M.Sc. serta para pejabat eselon I, II dan III BIN, bertempat di Gedung Pertemuan Soekarno Hatta, Kompleks BIN, Jakarta Selatan.