Badan Intelijen Negara
<< November 2017 >>
MinSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
  • foto

    Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT IORA 2017

    Jakarta, (06/03/2017). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) yang digelar pada 5 hingga 7 Maret 2017 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Kepala BIN: Kesadaran Berpolitik Masyarakat Perlu Ditingkatkan Jelang Pemilu 2014

Jakarta (3/4/2013)- Menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, masyarakat perlu meningkatkan kedewasaan dan kesadaran berpolitik agar kualitas demokrasi semakin baik. Mengingat perkembangan dan dinamika sosial politik menjelang Pemilu 2014 sangat tinggi, seluruh pemangku kepentingan perlu mengendalikan kegiatan politiknya agar tidak menganggu publik. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI  Marciano Norman, di Kantor BIN, Jakarta Selatan, 3 April 2013.

“Kejadian di Palopo merupakan salah satu contoh buruk yang tidak boleh terjadi lagi dalam Pemilukada berikutnya. Setiap Pemilukada yang berakhir rusuh, mengakibatkan kemunduran jauh ke belakang, baik dari sisi kedewasaan dalam melakukan aktivitas politik maupun peran serta masyarakat untuk menghancurkan sendiri fasilitas-fasilitas hasil pembangunan yang menggunakan uangnya  rakyat," tandas Kepala BIN.

Marciano menghimbau masyarakat untuk bersikap dewasa dalam menghadapi Pemilukada. Lebih jauh lagi, Kepala BIN berharap calon pasangan kepala daerah dapat menghimbau pendukungnya supaya bisa dan siap menerima kekalahan sebagai hal biasa dalam sebuah kompetisi.

“Harus disadari, masyarakat lain harus dihormati pilihannya. Kalau ada kelompok lain yang jumlah pemilihnya lebih besar, harus dihormati. Jadi kesadaran masyarakat harus ditingkatkan. Tidak terbawa pengaruh anarkis yang justru mencoreng pesta demokrasi itu sendiri,” kata Marciano.

Kepala BIN menambahkan terkait persiapan Pemilu 2014, peran serta publik juga merupakan bagian dari pesta demokrasi. Masyarakat harus dapat menentukan pilihannya yang baik, sehingga kualitas Pemilu akan lebih baik dan terpilih anggota legislatif serta pasangan presiden dan wakil presiden yang dapat memenuhi harapan masyarakat Indonesia.

Komunitas Intelijen Perlu Tingkatkan Komunikasi

Menyikapi kasus rusuh Pemilukada di Palopo, Kepala BIN menyatakan bahwa komunitas Intelijen harus melakukan evaluasi, koreksi, meningkatkan komunikasi dan menjadikan kejadian itu sebagai pembelajaran berharga. Meskipun intelijen  sudah memberikan perkiraan keadaan terhadap kerusuhan yang terjadi di Palopo, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu, namun Intelijen dirasa tidak cukup hanya memberikan informasi saja. Intelijen juga perlu melihat situasi di lapangan terkait dengan gelar pengamanan yang dilakukan aparat keamanan.

“Perlu mengkoreksi diri, mengevaluasi dan menata kembali komunikasi baik dari aparat intelijen dengan aparat keamanan, maupun aparat intelijen dengan aparat pemerintah daerah yang tergabung dalam komunitas intelijen,” terang Marciano.

Kepala BIN berharap komunitas intelijen tetap mendorong dan mengingatkan aparat keamanan baik dari kepolisian, TNI atau pemerintah daerah, untuk menata kembali pengamanan dalam menghadapi event-event besar dan menekankan kembali perbaikan gelar keamanan.

Pelihara Kedamaian di Aceh

Menanggapi Qanun atau Perda tentang Bendera Aceh yang mirip bendera GAM, Kepala BIN berpesan agar semua pihak tetap memelihara kondisi damai di Aceh yang sudah kondusif dan menghindari potensi perpecahan.

“Jangan langsung membuat dan mempertajam hal-hal yang memang berpotensi terjadi konflik, seperti masalah bendera. Pemerintah pusat sudah mengaturnya. Jangan hanya karena masalah bendera, perdamaian di Aceh dikorbankan,” tutur Marciano.

Lebih lanjut Marciano menjelaskan, untuk menata Aceh agar lebih baik, diperlukan optimalisasi kerja sama diantara semua pihak terkait.

“Perjanjian yang telah disepakati dan semua aturan-aturan yang berlaku untuk provinsi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tanpa terkecuali, harus dipahami dan dipelajari dengan seksama, serta harus dipatuhi,"  pinta Kepala BIN. (*)