Badan Intelijen Negara
<< Agustus 2017 >>
MinSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
  • foto

    Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT IORA 2017

    Jakarta, (06/03/2017). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) yang digelar pada 5 hingga 7 Maret 2017 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

BIN Bangun Kerjasama Dengan Kemendagri

Jakarta (27/7/2016) – Dalam rangka optimalisasi program-program pemerintah, khususnya untuk kepentingan keamanan dan kedaulatan NKRI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI (Purn) Sutiyoso bersama Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama antara Badan Intelijen Negara bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Gedung Pertemuan Soekarno-Hatta, Kantor BIN, Jakarta, Rabu, 27 Juli 2016. 

Kepala BIN dalam sambutannya menyatakan bahwa Penandatanganan Nota Kesepahaman ini untuk membangun kerjasama dalam rangka mendapatkan akses mengenai  database kependudukan yang valid, update, dan terintegrasi. Hal ini sangat diperlukan bagi BIN untuk menemukan dan membongkar jaringan teroris kelompok radikal, dan sindikat pelaku kejahatan ekonomi, maupun kejahatan lainnya. Melalui data kependudukan dan KTP-elektronik yang berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) tersebut, akan sangat membantu intelijen dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

"Momentum ini bukan sekedar seremonial biasa, namun harus dimaknai sebagai langkah awal untuk membangun kerja sama dalam memanfaatkan data kependudukan, dalam rangka optimaslisasi program-program pemerintah. Utamanya bagi kepentingan keamanan dan kedaulatan NKRI," ujar Sutiyoso.

Lebih lanjut Kepala BIN menjelaskan bahwa saat ini ancaman terhadap kepentingan dan keamanan negara semakin kompleks. Mulai dari ancaman yang sifatnya masih tradisional dan terpola, hingga ancaman yang lebih modern, bersifat asimetris, serta tersamar dan sulit dideteksi. Ini merupakan tantangan bagi intelijen, dan intelijen tidak boleh menyerah, tidak boleh terdadak, sehingga harus selalu siap dan sigap menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi. 

"Sesuai Undang-undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, BIN selain menyelenggarakan fungsi intelijen, juga menyelenggarakan fungsi koordinasi intelijen negara. Sehingga dalam pelaksanaannya sangat memerlukan data-data terkini yang akurat, agar analisisnya tepat dan mampu mengantisipasi segala potensi ancaman yang bakal muncul secara cepat, tepat, dan akurat (velox et exactus)," tegas Sutiyoso.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyambut baik adanya penandatangan Mou dengan BIN. Karena saat ini masalah negara semakin kompleks dengan garis besar yang terdiri atas radikalisme, terorisme, narkoba, korupsi, dan kesenjangan sosial. Kemendagri ingin sistem keamanan di Indonesia dapat terintegrasi dengan baik dengan adanya koordinasi antar lembaga negara. (*)