Badan Intelijen Negara
« Maret 2017 »
MinSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
  • foto

    Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT IORA 2017

    Jakarta, (06/03/2017). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) yang digelar pada 5 hingga 7 Maret 2017 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Kepala BIN : Aparat Intelijen Harus Miliki Keunggulan Intelektual

Bogor (26/8/2016) - Seorang aparat intelijen harus memiliki keunggulan dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Selain membutuhkan kemampuan intelektualitas tinggi, seorang aparat intelijen juga harus memiliki kesiagaan yang baik. Untuk itu, diperlukan pendidikan khusus bagi calon aparat intelijen, seperti yang dilaksanakan di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). Demikian pernyataan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI (Purn) Sutiyoso dalam acara kuliah perdana mahasiswa STIN, di Kampus STIN, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jum’at, 26 Agustus 2016.

Lebih lanjut  Kepala BIN menjelaskan bahwa untuk menyiapkan kader intelijen profesional yang berjiwa visioner, pendidikan bagi seorang aparat intelijen tidak hanya berhenti pada tingkat Strata 1 (S1), namun juga diperlukan tingkatan lanjutan berupa pendidikan pasca sarjana. Hal itu yang mendorong dibentuknya program pasca sarjana di STIN.

“Kampus ini berguna membentuk insan intelijen yang memiliki pengetahuan luas dan keterampilan mumpuni. Selain itu, adanya STIN diharapkan mampu membentuk kader intelijen yang memiliki pola pikir visioner dan mampu bertugas dengan pola cepat, tepat dan senyap”, ungkap Sutiyoso.

Menurut Kepala BIN, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia menjadi lebih beragam di era globalisasi ini. Ancaman terhadap kedaulatan Indonesia tidak lagi hanya bersifat langsung, namun juga bersifat tidak langsung, baik dari state actor maupun non state actor. Ancaman dari luar negeri berwujud subversi asing, serta kejahatan lintas negara seperti terorisme, peredaran narkoba, dan penyelundupan manusia. Sedangkan ancaman dari dalam negeri seperti gerakan separatis, konflik sosial, serta kekerasan atas nama agama.

“Mengingat spektrum dan bentuk ancaman yang dihadapi saat ini dan masa mendatang semakin kompleks dan beragam, dibutuhkan agen-agen intelijen handal. Untuk itu,kalian dituntut menguasai teknik-teknik intelijen, dan membekali diri dengan pengetahuan umum sebagai wawasan pendukung, yang sangat penting dalam memberikan analisis untuk memperoleh prediksi yang cepat dan akurat”, tambah Sutiyoso, dihadapan mahasiswa S1 dan S2 STIN.

Mengakhiri kuliah perdananya, Kepala BIN berpesan agar seluruh mahasiswa STIN belajar sungguh-sungguh, sehingga mampu melindungi bangsa dari berbagai ancaman yang semakin kompleks di masa akan datang. (*)