Badan Intelijen Negara
<< Desember 2017 >>
MinSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
  • foto

    Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT IORA 2017

    Jakarta, (06/03/2017). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) yang digelar pada 5 hingga 7 Maret 2017 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Presiden Joko Widodo Bertekad Wujudkan Keadilan Sosial di Papua

Jakarta-(12/05/2017) - Pemerintah telah berupaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara bertahap dan berkelanjutan, berupaya mewujudkan tekad tersebut, salah satunya melalui pembangunan perekonomian di perbatasan, terutama di Papua. Sehingga manfaat ekonomi tidak lagi tersentralistik di pusat atau Jawa Sentris, tetapi turut dirasakan oleh masyarakat di Papua dan Papua Barat.

Presiden Joko Widodo sejak dilantik pada Oktober 2014, melalui komitmen Nawa Cita, program pembangunan daerah di kawasan Papua terus dilakukan.  Tercatat, Presiden Jokowi menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan Indonesia pertama yang paling sering melakukan kunjungan ke Papua. Presiden juga menyatakan rakyat Papua tidak hanya membutuhkan pelayanan kesehatan, pendidikan, pembangunan jalan, jembatan, dan pelabuhan, tetapi juga butuh didengar dan diajak bicara.

Dalam kunjungan kerja lintas nusantara terakhir di Papua (10/05/2017), Presiden telah meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang terletak di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Melalui  PLBN tersebut, diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Saat ini tercatat 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sejalan dengan Nawa Cita Presiden RI Jokowi dan arah kebijakan RPJMN 2015-2019. Yakni PLBN Entikong, Kabupaten Sangau, Kalimantan Barat, PLBN Nanga Badau di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Barat, PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.  PLBN Motaain, di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), PLBN Motamasin yang terletak di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan PLBN Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Presiden juga meresmikan dimulainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) MPP Jayapura 50 megawatt, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tidore 2 x 7 megawatt, distribusi listrik ke 92 desa di Papua dan Papua Barat serta ke 34 desa di Maluku Utara di sepanjang tahun 2016, pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) di Lanny Jaya dengan kapasitas 74 kW, PLTMH di Tolikara berkapasitas 136 kW, serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat untuk kawasan Papua dan Papua Barat. 

Di Papua dan Papua Barat, terdapat enam infrastruktur kelistrikan yang diresmikan Presiden, seperti PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Orya Genyem (20 MW), PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) Prafi Manokwari (3 MW), SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) 70 KV Genyem-Waena-Jayapura (sepanjang 174,6 km sirkit), SUTT 70 KV Holtekam-Jayapura (43,4 KM), Gardu Induk Waena-Sentani 20 MVA, dan GI (Gardu Induk) Jayapura 20 MVA. 

Pemerintah pusat juga telah mewujudkan pembangunan pusat perekonomian di Papua.  Beberapa pasar modern juga tengah dibangun, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Salah satunya peresmian Pasar Mama-Mama Papua. Penurunan harga bahan bakar minyak di wilayah pegunungan, yang dimulai dari Kabupaten Puncak, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Mamberamo, dan Kabupaten Nduga. Presiden juga meresmikan Bandar Udara Nop Goliat Dekai, lalu meresmikan program satu harga BBM di Papua, serta meninjau pesawat BBM Air Tractor AT-802.

Upaya pembangunan infrastruktur telah dilakukan, Pemerintahan Jokowi saat ini sedang membangun jalan trans Papua sepanjang 4.480,5 KM yang menghubungkan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Pembangunan jalur lintas batas tersebut sepanjang 1.105,8 KM dari Jayapura hingga Merauke, saat ini sudah terealisasi 800,58 KM, dengan 661,34 KM-nya telah beraspal dan 139,24 KM dalam proses pengaspalan. Pembangunan infrastruktur Kereta Api dari Kota Sorong hingga Kab. Manokwari juga akan segera dimulai pada tahun ini.

“Untuk Papua, saya targetkan 2018 seluruh ruas jalan Papua dan Papua Barat akan terhubung” tegas Presiden Joko Widodo.

Terkait percepatan pembangunan infrastruktur, di wilayah Provinsi Papua, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan tiga item, yakni membuka lapangan pekerjaan agar padat karya, bersinergi dengan kontraktor lokal, dan penggunaan lokal contain dalam pembangunan infrastruktur. Selain itu, percepatan infrastruktur jangan hanya terjadi di wilayah bagian selatan, tapi pemerataan harus terjadi pada wilayah timur.(*)