Badan Intelijen Negara
<< November 2018 >>
MinSenSelRabKamJumSab
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 
  • foto

    Solidaritas Pertemuan IMF Bank Dunia untuk Bencana Alam di Indonesia

    Jakarta (9/10/2018)- Indonesia kembali mencuri perhatian dunia, untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah IMF World Bank Group Annual Meetings 2018 (IMF-WBG AM 2018) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 8-14 Oktober 2018 di Kawasan Nusa Dua, Bali. Pertemuan IMF-WBG AM 2018 mempunyai nilai strategis dan dapat dijadikan momentum bagi Indonesia sebagai middle-income country mampu menunjukkan kemajuan ekonomi dan kepemimpinan serta komitmen dalam penanganan isu-isu global. Di tengah persiapan penyelenggaraan perhelatan akbar tersebut, telah diwarnai dengan tragedi bencana alam dan tsunami yang menimpa daerah di Indonesia, khususnya Lombok dan Palu. Bencana gempa dan tsunami juga menjadi perhatian bersama penyelenggara baik dari pemerintah pusat maupun dari perwakilan IMF. Bentuk kepedulian ditunjukkan melalui aksi solidaritas terhadap bencana gempa yang diberi nama ‘Solidarity for Lombok’ tepat satu hari sebelum perhelatan dimulai.

Tidak Benar BIN Penyebar Chat Rizieq

Jakarta (12/06/2017)–Tidak benar bahwa  Badan Intelijen Negara (BIN) merupakan penyebar chat pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan Firza Husein. Bahkan, pembuat dan penyebar tudingan itu bisa dikenakan pasal 311 KUHP tentang fitnah. Demikian penjelasan Deputi VI BIN, Sundawan Salya, Senin, 12 Juni 2017, di Jakarta.
 
Lebih lanjut Sundawan Salya mengatakan, adanya postingan blog dari analisabaladacintarizieq.blogspot.com tersebut seakan menyudutkan BIN. Pasalnya BIN disebut-sebut sebagai penyebar chat tersebut. 
 
"Tudingan itu tidak benar. BIN tidak berkepentingan dalam kasus Rizieq Shihab," ujar Deputi VI BIN.
 
Selain itu, lanjutnya, kasus itu murni pidana, dan itu berada di ranah kepolisian. Termasuk penyelesaiannya pun berada di wilayah kepolisian.
 
Terkait dengan situs chaos.id yang dimiliki oleh Irfan Miftach, pembuat blog tersebut menyebut kalau Irfan adalah penyebarnya. BIN tidak adak kaitannya dengan Irfan dan yang bersangkutan sudah menjelaskan kalau hal itu mirroring.
 
Sundawan juga memastikan, kalau BIN tidak mengenal dengan Irfan. Sehingga apa yang dilakukan oleh Irfan, adalah tanggung jawab pribadi. 
 
"BIN tidak ada sangkut paut masalah Irfan dan Rizieq," jelas Sundawan.
 
Untuk itu, pembuat dan penyebar tudingan terhadap BIN itu bisa dikenakan pidana. Sebab sarat dengan fitnah. "Pembuatnya juga bisa dikenakan pasal 311 KUHP," tegas Deputi VI BIN. (*)