Badan Intelijen Negara
<< September 2017 >>
MinSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
  • foto

    Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT IORA 2017

    Jakarta, (06/03/2017). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) yang digelar pada 5 hingga 7 Maret 2017 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Kepala BIN : STIN Menuju Lembaga Pendidikan Intelijen Berkelas Dunia

Jakarta (25/7/2017)- Perkembangan dan kemajuan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) selama kurang lebih 14 tahun harus disertai dengan kemampuan untuk meningkatkan kualitas reputasi sebagai satu-satunya lembaga pendidikan tinggi di bidang intelijen dengan menjadi pusat pendidikan intelijen yang unggul (center of excellence) bertaraf internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal Polisi Drs. Budi Gunawan, S.H, M.Si., Ph.D dalam pidato sambutan wisuda sarjana angkatan ke-X Sekolah Tinggi Intelijen Negara tahun akademik 2016/2017, Senin, 24 Juli 2017, di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Kepala BIN lebih lanjut menjelaskan bahwa Sekolah Tinggi Intelijen Negara merupakan perguruan tinggi yang sangat khas serta pertama kali mengimplementasikan dan mempelajari intelijen sebagai ilmu pengetahuan untuk menyiapkan sumber daya intelijen sebagai 'prajurit perang pikiran' yang memiliki kemampuan akademik dan keahlian profesional dalam rangka menjaga keselamatan, kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Wisuda mahasiswa STIN dihadiri mantan Kepala BIN Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, MSc, dan mantan Wakabin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, DR. H. Asman Abnur, SE, MSi, Pimpinan dan Anggota Komisi I DPR RI, Kabaintelkam Polri, Kabaharkam Polri, Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani, Mayjen TNI Witjaksono, Msc, Kapolda Jabar dan Muspida Kabupaten Bogor, Wakil BIN dan Pejabat Utama BIN, Ketua Dewan Analis Strategis (DAS), Anggota DAS dan Staf Khusus Kepala BIN, Pembina dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) BIN, serta para perwira tinggi serta menengah TNI dan Polri.

"Dalam kurun waktu mulai dari September 2016 sampai dengan saat ini berbagai pembenahan dan penguatan telah dilakukan untuk mewujudkan STIN menuju lembaga pendidikan intelijen berkelas dunia, meliputi aspek tampilan artefak maupun perubahan sistem dan metodologi serta perubahan mindset dan culture," terang Kepala BIN.

Kepala BIN menambahkan perubahan mindset dan culture set terdiri dari revisi statuta, struktur organisasi dan tata kerja (SOTK), peraturan kehidupan taruna (Perduptar), pedoman akademik, kurikulum S1, kurikulum S2 dan penyusunan penilaian sikap perilaku, penilaian kesamaptaan jasmani, pedoman tradisi, pedoman pembelajaran dan hasil belajar, pedoman akademik, peningkatan keprofesian intelijen dan penilaian pendidikan taruna STIN serta pemenuhan sarana dan prasarana seperti bus, kendaran dinas, renovasi, gedung dan lain-lain.

"Melalui pembenahan dan penguatan itulah, maka STIN harus mampu untuk mengembangkan dan mengkaji ilmu pengetahuan intelijen secara akademis, serta membentuk insan intelijen yang memiliki kemampuan, keterampilan dan sikap perilaku yang semakin profesional, obyektif dan berintegritas serta mampu menerapkan praktek intelijen terbaik di lapangan dengan mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi dan penghormatan atas hak asasi manusia, sehingga dapat mendeteksi dan mencegah secara dini setiap potensi ATHG, serta melakukan berbagai aktivitas propaganda maupun kontra intelijen sebagai wujud intelijen offensif", kata kepala BIN.

STIN harus juga mampu menjadi pusat pendidikan intelijen yang unggul, profesional dan berkualitas dengan wawasan nasional dan internasional untuk menghasilkan lulusan 'Cendekia Waskita', Unggulan dan Berkelas Dunia, imbuh Budi Gunawan.

Budi Gunawan mengharapkan agar segenap jajaran STIN harus terus melakukan pengembangan kualitas pendidikan termasuk melakukan benchmark ke sekolah-sekolah intelijen ternama di negara lain, seperti National Intelligence University di Amerika Serikat yang juga menyediakan program magister di bidang intelijen strategis dan teknologi intelijen.

"STIN juga harus terus meningkatkan kerjasama dengan pusat pendidikan dan pelatihan BIN sebagaimana yang dilakukan oleh National Intelligence University dengan CIA University sebagai lembaga diklat non gelar CIA," pungkas Kepala BIN.

Kepala BIN berpesan kepada lulusan STIN agar mengaplikasikan bekal ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan dan mampu berkarya untuk kepentingan intelijen negara dengan senantiasa setia, loyal, solid dan semangat kepada institusi BIN, Pemerintah, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)