Badan Intelijen Negara
<< Oktober 2018 >>
MinSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
  • foto

    Solidaritas Pertemuan IMF Bank Dunia untuk Bencana Alam di Indonesia

    Jakarta (9/10/2018)- Indonesia kembali mencuri perhatian dunia, untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah IMF World Bank Group Annual Meetings 2018 (IMF-WBG AM 2018) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 8-14 Oktober 2018 di Kawasan Nusa Dua, Bali. Pertemuan IMF-WBG AM 2018 mempunyai nilai strategis dan dapat dijadikan momentum bagi Indonesia sebagai middle-income country mampu menunjukkan kemajuan ekonomi dan kepemimpinan serta komitmen dalam penanganan isu-isu global. Di tengah persiapan penyelenggaraan perhelatan akbar tersebut, telah diwarnai dengan tragedi bencana alam dan tsunami yang menimpa daerah di Indonesia, khususnya Lombok dan Palu. Bencana gempa dan tsunami juga menjadi perhatian bersama penyelenggara baik dari pemerintah pusat maupun dari perwakilan IMF. Bentuk kepedulian ditunjukkan melalui aksi solidaritas terhadap bencana gempa yang diberi nama ‘Solidarity for Lombok’ tepat satu hari sebelum perhelatan dimulai.

Warisi Sikap dan Perilaku Kepahlawanan Dalam Membangun Keindonesiaan

Jakarta (10/11/2017)-  Setiap warga bangsa menyadari bahwa semua telah diwarisi konsepsi, etos, niat dan tindak perilaku kepahlawanan yang tinggi dan luar biasa. Melalui sikap mental positif dan konstruktif yaitu membangun sebuah bangsa merdeka, maju, berdaulat dan terbuka, dapat menuntaskan perjuangan sebuah bangsa. Hanya dengan revolusi mental positif, optimis dan sadar riwayat sebagai bangsa merdeka, berdaulat dan terbuka dapat menyelami tantangan dan persoalan serta semangat persatuan di dalam kesetaraan anak bangsa tanpa ada diskriminasi. Demikian pernyataan Wakil Kepala BIN, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Teddy Lhaksmana, saat membacakan sambutan Menteri Sosial dalam upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2017, di Lapangan Upacara BIN, Jakarta, Jumat, 10 November 2017.

Hadir dalam upacara tersebut seluruh pejabat eselon I, II, III, IV, Pejabat Fungsional, Mahasiswa STIN, serta seluruh anggota BIN. Tema upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2017 kali ini adalah “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”.

Mengawali pembacaan sambutan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Wakil Kepala BIN mengatakan Hari Pahlawan yang diperingati saat ini didasarkan pada peristiwa pertempuran terhebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia yakni  peristiwa “Pertempuran 10 November 1945” di Surabaya, yang memperlihatkan  kepada dunia internasional, pelibatan segenap Rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya dan berbagai bentuk partikularisme golongan, bersama-sama melebur menjadi satu berikrar, bergerak dan menyerahkan hidupnya, jiwa raganya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia”, terang Teddy Lhaksmana.

Teddy Lhaksmana menjelaskan Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat tersebut  memiliki makna yang sangat mendalam karena tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia. 

Berbagai sejarah kepahlawanan, mengisahkan harapan yang menjadi pemantik dari berbagai tindakan-tindakan heroik yang mengagumkan. Keberanian, tekad, pemikiran orisinil saat Republik Indonesia diproklamirkan sebagai pemantik dan modal yang dapat mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan menuju kehidupan bernegara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. 

“Harapan masa depan yang lebih baik tersebut telah ditambatkan oleh Pemerintahan Presiden Bapak Joko Widodo dan Wakil Presiden Bapak H.M. Jusuf Kalla melalui sebuah visi transformatif yang mengarahkan dan menghimpun gerak seluruh elemen Republik Indonesia yakni: “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong. Dalam kerangka mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan sembilan agenda prioritas yang disebut NAWACITA”, terang Teddy Lhaksmana. 

Kesembilan agenda prioritas dalam Nawacita, Lanjut Wakil Kepala BIN, dikategorisasikan ke dalam tiga ranah yaitu : ranah mental-kultural, ranah material (ekonomi) dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, Pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara akseleratif, berlandaskan prinsip-prinsip Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 

“Ketiga ranah pembangunan tersebut bisa dibedakan tapi tidak dapat dipisahkan. Satu sama lain saling memerlukan pertautan secara sinergis. Perubahan mental-kultural memerlukan dukungan politik dan material berupa politik kebudayaan dan ekonomi budaya. Sebaliknya perubahan politik memerlukan dukungan budaya dan material berupa budaya demokrasi dan ekonomi politik”, sambung Wakil Kepala BIN.

Mengakhiri sambutannya, Teddy Lhaksmana mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya anggota BIN untuk terus berjuang bekerja dan berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini”, tutup Wakil Kepala BIN. (*)