Badan Intelijen Negara
<< Januari 2019 >>
MinSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
  • foto

    Pentingnya Pengelolaan Perbatasan Negara

    Mewujudkan Nawacita ke-3 yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, menjadi salah satu program prioritas pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Upaya perwujudan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang ada di pelosok daerah, khususnya wilayah perbatasan negara, dalam hal pemenuhan rasa aman dan sejahtera.

Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW Demi Tegaknya NKRI

Jakarta (13/12/2017)-   Islam mengajarkan kedamaian bagi seluruh umat manusia dan memberikan rahmat bagi alam semesta, khususnya rahmat bagi bangsa dan negara Indonesia. Demikian penggalan sambutan singkat Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal Polisi Drs. Budi Gunawan, S.H.,M.Si., Ph.D yang dibacakan oleh Letnan Jenderal TNI (Purn.) Teddy Lhaksmana, didampingi seluruh pejabat Eselon I dan II, pegawai BIN dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H di Masjid Jami’ Baitul Akbar, Kesatriaan Soekarno Hatta, Jakarta, Senin, 11 Desember 2017.
Peringatan Maulid tahun ini mengambil tema “Dengan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, Kita Tingkatkan Pemahaman dan Pengamalan Islam Rahmatan Lil Alamin Dalam Menjamin Keutuhan NKRI”.
Lebih lanjut, Waka BIN menjelaskan sejarah ketika umat Islam berkuasa tidak pernah terjadi gangguan terhadap umat lain ataupun pemaksaan untuk memeluk agama Islam.  Melalui Piagam Madinah, Rasulullah memberikan contoh dan keteladanan bagaimana kontrak politik dengan semua unsur dan komponen masyarakat. Didalamnya juga diatur politik pertahanan negara, hubungan muslim dengan non muslim.
“Dengan piagam Madinah, jelas sekali, ajaran Islam dan umatnya yang menghargai kemajemukan suku, golongan, dan agama. Insya Allah dengan meneledani Rasulullah kita bisa buktikan bahwa Islam itu agama yang Rahmatan Lil Alamin,” terang Teddy Laksamana.
Wakil Kepala BIN menambahkan tantangan bangsa Indonesia ke depan persaingan global makin kuat. Oleh karena itu, harus solid dan bahu-membahu untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, mandiri, kepribadian serta berkarakter.
“Kita sebagai umat Islam Indonesia harus selalu berpikir positif, optimis, selalu bekerja keras dan memperkuat Ukhuwah Wathaniyah. Hindari sikap intoleransi, seperti menyebarkan ujaran kebencian, saling menjelekkan di antara kita, fitnah dan hasutan, dan provokasi yang dapat melemahkan kita sebagai umat Islam dan merugikan bangsa Indonesia,”jelas Wakil Kepala BIN.
Mengakhiri sambutan, Wakil Kepala BIN berpesan bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin yang akan membawa kesejahteraan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, untuk itu perlu meneladani Rasulullah, dengan merawat persatuan dan kesatuan bangsa untuk menuju Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur serta tercipta stabilitas keamanan nasional. 
Sementara itu, Habib Abdurrahman Al-Habsy, MA dalam ceramahnya mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang harus diteladani seluruh umat Islam dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Nabi Muhammad adalah manusia pilihan, indah tutur katanya, baik perangainya, sopan santun dalam pergaualannya, pemimpin agung, panglima yang gagah berani, bijak dalam mengambil keputusan, sabar dalam menghadapi persoalan hidupnya, serta tidak pernah mengeluarkan kata-kata kasar dan cacian kepada siapapun. 
Hikmah peringatan maulid Nabi ini, berharap semoga kita mendapat safaat dari Nabi Muhammad SAW, rahmat, berkah dan karunia dari Allah SWT, kita dijadikan bangsa yang utuh, persatuan kesatuan tetap terjaga, dan dijauhkan dari cerai-berai maupun musibah.(*)