Badan Intelijen Negara
<< Februari 2019 >>
MinSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  
  • foto

    Pentingnya Pengelolaan Perbatasan Negara

    Mewujudkan Nawacita ke-3 yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, menjadi salah satu program prioritas pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Upaya perwujudan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang ada di pelosok daerah, khususnya wilayah perbatasan negara, dalam hal pemenuhan rasa aman dan sejahtera.

Kesadaran Nilai Luhur sebagai Dasar Bela Negara

Jakarta (19/12/2018) – Badan Intelijen Negara (BIN) menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Bela Negara ke-70, dipimpin Wakil Kepala BIN, Letjen (Purn) Teddy Lhaksmana, diikuti pejabat eselon I, II, III, IV, Pejabat Fungsional dan seluruh anggota BIN, di Lapangan Upacara BIN, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.

 

Peringatan Hari Bela Negara Tahun 2018 mengambil tema "Bela Negara Untuk Kemakmuran Rakyat". Hari Bela Negara dicanangkan untuk menghormati dan mengajak semua warga negara untuk membela negara melebihi panggilan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Bela Negara tidak bisa hanya dilakukan dengan kekuatan fisik dan senjata semata, namun harus dilakukan melalui beragam upaya dan profesi. Bela Negara tidak bisa hanya dilakukan oleh aparatur negara saja, tetapi juga harus dilakukan secara bersama sama oleh segenap elemen bangsa dan negara. Seluruh warga negara dengan segala kelebihan dan kekuarangannya tetap dapat memberikan sumbangsihnya dalam Bela Negara.

 

Wakil Kepala BIN, Letjen (Purn)Teddy Lhaksmana, dalam membacakan sambutan Presiden Joko Widodo mengatakan bangsa Indonesia telah menunjukkan keteladanannya dalam menjalankan demokrasi dan mencapai banyak kemajuan yang membanggakan. Namun demikian tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia semakin komplek. Teknologi komunikasi dan informasi berkembang pesat. Akan tetapi juga mempermudah masuknya pengaruh budaya dan ideologi yang belum tentu sesuai dengan yang kita miliki. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran Bela Negara yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa

 

"Bela Negara merupakan wadah peran dan konstribusi segenap komponen masyarakat, termasuk dunia usaha, dunia pendidikan, media, hingga tokoh pemuda dan tokoh agama, untuk memberikan sumbangsih kepada negara melebihi panggilan tugas yang menjadi tangung jawabnya. Seluruh warga negara dengan segala kelebihan dan kekurangannya tetap dapat memberikan sumbangsihnya dalam Bela Negara," tegas Teddy

 

Perkembangan teknologi membuat Interaksi antar-bangsa dan antar-budaya berlangsung tanpa batas. Demokrasi turut memberi ruang komunikasi semakin bebas di media. Namun demikian kepentingan bangsa Indonesia harus dipegang teguh. Generasi muda memiliki peran penting di tengah perkembangan global. Penggunaan media yang positif seperti untuk belajar, pemberdayaan ekonomi hingga penyebaran nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan. Sehingga selain meningkatkan kompetensi dan kemajuan bangsa, upaya tersebut turut mempererat Bhinneka Tunggal Ika.

 

"Diperlukan cara-cara yang inovatif serta adaptif dengan perkembangan zaman sehingga para generasi muda mendapat ruang untuk mengekspresikan kecintaannya pada Tanah Air. Merekalah yang akan menahkodai kapal besar Republik Indonesia di masa depan," tegas Waka BIN

 

Kesadaran Bela Negara yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa, harus tertanam dalam jiwa dan raga segenap Bangsa Indonesia sejak dini melalui pendidikan serta Aksi Nasional Bela Negara di berbagai bidang. Keberadaan ratusan suku bangsa, bahasa, adat istiadat, beragam agama dan kepercayaan di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan menjadi hambatan untuk bersatu. Anugerah kemerdekaan dan persatuan serta kesatuan kita menjadi modal kuat untuk mewujudkan Aksi Nasional Bela Negara di berbagai bidang.

 

"Tugas bela negara bukanlah tugas yang ringan seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi. Namun melalui sinergi antar segenap elemen Bangsa Indonesia, kita mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, adil, dan makmur, serta berkepribadian dalam kebudayaan.” kata Teddy.