Badan Intelijen Negara
<< Mei 2020 >>
MinSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
  • foto

    GTPPC19 Pertegas Status Bencana Nasional COVID 19

    JAKARTA – Gugus Tugas Percepatanan Penanganan COVID-19 atau GTPPC19 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Status Keadaan Darurat Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional.

BIN Bantu Alkes LBM Eijkman Dalam Upaya Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Indonesia

Jakarta (10/04/2020)- Badan Intelijen Negara (BIN) memberikan bantuan alat kesehatan (alkes) pendukung laboratorium biologi molekuler bagi Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman guna mempercepat penanganan Covid 19. 

Bantuan Alkes disampaikan Sekretaris Utama BIN (Sesma BIN), Komjen Pol Drs. Bambang Sunarwibowo, SH.,  M.Hum yang selanjutnya  diterimakan kepada Prof. Amin Soebandrio, dr. PhD. Sp. MK(K), Kepala LBM Eijkman.

Pada kesempatan tersebut, Komjen Pol Drs. Bambang Sunarwibowo, SH.,  M.Hum mengatakan, bantuan alat laboratorium itu sebagai bentuk kepedulian BIN dalam ikut membantu mempercepat penanganan Covid 19. Alkes tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan uji COVID-19 yang semula 180 spesimen per hari, bertambah menjadi 360 spesimen pasien per hari.

"Semoga dengan pemberian alat ini, dapat mempercepat para petugas peneliti dalam memproses sampel terduga positif COVID-19," ujar Bambang, Jumat (10/4/2020).

Bambang menjelaskan dengan adanya bantuan Alkes dari BIN yang berfokus pada percepatan proses identifikasi sampel tersebut, diantaranya dengan pemberian 2 mesin ekstraksi robotik (otomatis) dan tambahan 1 mesin RT PCR, maka kecepatan proses identifkasi/uji sample dapat meningkat tajam, dari sebelumnya hanya 180 sampel pasien per hari, menjadi 360 sampel pasien per hari, atau meningkat 100%.

Selanjutnya, BIN dan Eijkman juga telah sepakat dan menandatangani perjanjian kerjasama jangka panjang terkait penelitian dan pengembangan LMB Biologi Molekuler, termasuk pengembangan penemuan vaksin dan obat dalam menghadapi ancaman penyakit hingga senjata biologi/kimia di masa yang akan datang.

Prof. Amin Soebandrio, dr. PhD. Sp. MK(K), dalam sambutannya mengatakan seluruh jajaran LBM Eijkman sangat mengapresiasi bantuan alkes laboratorium dari Badan Intelijen Negara (BIN) kepada LBM Eijkman dalam upaya percepatan penanggulangan penyakit Covid-19 di Indonesia. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan Pemerintah pusat serta kerja sama nyata antar institusi dalam penguatan kemampuan deteksi virus menggunakan metode molekuler. 

Bantuan dari BIN difokuskan pada pengadaan sistem otomatisasi/robotik yang akan meningkatkan kecepatan dan jumlah uji yang dapat dilakukan di LBM Eijkman. Semakin cepat hasil uji PCR diperoleh, semakin besar manfaatnya, baik untuk penanganan klinis pasien, maupun untuk pelacakan pembawa virus, yang pada gilirannya dapat memutus rantai penularan dan mengendalikan pandemi Covid-19.

Berdasarkan perhitungan Eijkman, dengan adanya tambahan bantuan peralatan dari BIN, maka kemampuan uji sampel terkait Covid-19 di LBM Eijkman dapat meningkat tajam, dari sebelumnya hanya 180 sampel pasien per hari, menjadi 360 sample pasien per hari atau meningkat 100%.  

Dalam kesempatan itu, Prof. Amin  mengatakan, masyarakat  juga dapat memberikan bantuan untuk penanganan virus Corona ini. Caranya, imbuh Prof Amin , masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan di lingkungan masing-masing sesuai Protokol Kesehatan, hingga memberi bantuan ke petugas medis yang berjuang merawat pasien COVID-19.

"Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengurangi dampak pandemi COVID-19. Semoga wabah ini segera berlalu dan kembali kondusif," tandasnya . (*/)