Badan Intelijen Negara
<< Juli 2020 >>
MinSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
  • foto

    GTPPC19 Pertegas Status Bencana Nasional COVID 19

    JAKARTA – Gugus Tugas Percepatanan Penanganan COVID-19 atau GTPPC19 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Status Keadaan Darurat Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional.

BIN Launching Akun Resmi di Media Sosial

Jakarta (30/6/2020)- Badan Intelijen Negara (BIN) meluncurkan akun resmi di platform media sosial. Beberapa platform akun resmi BIN meliputi Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube. Keberadaan akurn resmi BIN tidak terlepas dari tantangan ke depan yang semakin kompleks dihadapkan pada persoalan seperti sarana propaganda paham radikal, penyebaran konten pornografi, kabar bohong, ujaran kebencian. Kondisi tersebut memunculkan informasi keliru yang mengatasnamakan insitusi Negara. Akibatnya, masyarakat rentan terpapar dan dapat menimbulkan kesalahpahaman yang dapat berujung pada konflik.

Media sosial (medsos) saat ini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.  Kecepatan, kepraktisan, dan berbagai kemudahan lainnya menjadi magnet yang menarik banyak orang untuk terus menggunakan media sosial. Bahkan, media sosial tidak hanya menjadi ruang interaksi antar penggunanya, namun juga menjadi rujukan informasi bagi masyarakat luas. 

Saat ini, penggunaan media sosial pun terus menunjukkan tren kenaikan. Apalagi,  selama masa pandemik Covid-19. Berdasarkan riset dari konsultan Kantar, media sosial seperti WhatsApp dan Instagram melonjak hingga 40% di seluruh dunia. 

Kenaikan ini disebabkan banyaknya orang yang menggunakan media sosial untuk berkomunikasi karena ada karantina wilayah guna mencegah penularan Covid-19. Fenomena ini menjadi cermin adanya ketergantungan masyarakat dengan medsos  akan informasi tinggi, termasuk informasi yang tidak jelas sumbernya, sehingga berakibat pada masyarkakat yang semakin terpapar informasi keliru dan berujung pada konflik. 

Merespon tantangan tersebut, Badan Intelijen Negara (BIN) memandang perlu untuk meluaskan kehadirannya di ranah media sosial dengan melaunching beberapa akun resminya yaitu, binofficial_ri (Instagram), binofficial_ri (Twitter), dan binofficial.ri (Facebook). 

Langkah ini ditempuh guna melengkapi kebutuhan informasi masyarakat yang selama ini hanya bersumber dari website resmi BIN (www.bin.go.id). Akun resmi BIN tersebut dilaunching Selasa, 30 Juni 2020, di Jakarta.

"Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, BIN menganggap perlu untuk memiliki akun media sosial. Adanya akun media sosial resmi BIN menjadi salah satu cara membumikan nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda," tutur Deputi-VII Bidang Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan Hari Purwanto.

Hadirnya akun media sosial resmi BIN ini, lanjut Wawan, merupakan penjabaran Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, namun dengan tetap menekankan pentingnya kerahasiaan sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Intelijen Negara.

"Media sosial merupakan ruang virtual yang banyak digemari oleh semua orang, tidak terkecuali generasi muda. Dengan adanya, akun medsos resmi BIN maka diharapkan akan mendekatkan BIN dengan kalangan milenial untuk bersama-sama menciptakan ruang publik yang positif," jelas Deputi-VII lagi.

Selain sebagai sarana menyosialisasikan berbagai isu terkini, akun resmi media sosial ini juga diharapkan mampu mendekatkan BIN dengan masyarakat luas. 

"Dengan adanya akun resmi ini, maka masyarakat diharapkan tidak lagi mempercayai akun-akun media sosial yang mengatasnamakan BIN," terang Wawan. 

Untuk itu, BIN mengajak masyarakat untuk terus menggunakan media sosial secara cerdas dan bijak. 
Dalam hal ini, masyarakat diharapkan mampu mengunggah konten-konten positif sesuai nilai-nilai luhur Pancasila, ikut menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan radikalisme. 

Warganet juga diimbau untuk tetap menjaga keamanan privasi akun dengan menggunakan media sosial secara bijak dan terukur guna menghindari ketergantungan yang rentan berdampak pada gangguan kesehatan mental (*)