Badan Intelijen Negara
<< Agustus 2020 >>
MinSenSelRabKamJumSab
      1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031     
  • foto

    GTPPC19 Pertegas Status Bencana Nasional COVID 19

    JAKARTA – Gugus Tugas Percepatanan Penanganan COVID-19 atau GTPPC19 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Status Keadaan Darurat Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional.

Ancaman Konten Kekerasan, Radikalisme dan Terorisme Bagi Anak

Jakarta (23/07/2020)- Kemudahan dalam mengakses Teknologi Informasi  menjadi ancaman  bagi masyarakat terutama bagi orang tua  dalam  membimbing dan mengendalikan  putra dan putrinya dalam mengakses internet.  Selain itu, konten  kekerasan, radikalisme dan terorisme menjadi ancaman tersendiri bagi anak karena dapat menimbulkan pemahaman yang keliru bagi masa depanya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara  (BIN), Dr Wawan Hari Purwanto SH., MH dalam Webinar dengan tema “Melindungi Anak Indonesia dari Ideologi Kekerasan dan Kekerasan Ideologi”.

“BIN terus mengajak masyarakat untuk mengarahkan generasi muda dan anak-anak 
agar tidak terpapar dan terjaga dari ancaman radikalisme dan terorisme. Saat ini anak-anak semakin banyak yang terpapar oleh kelompok teroris dan mengikuti kegiatan mereka,”papar Deputi-VII BIN.

Anak-anak perlu diawasi, ketika mengakses teknologi, karena kelompok teror terus melakukan propaganda di media untuk memengaruhi anak-anak dan generasi muda. Mindset kekerasan dan radikal terhadap anak perlu diminimalisir sehingga tidak menimbulkan korban yang lebih besar atas keikutsertaan pada kegiatan terorisme khususnya yang dari  luar negeri.

“Terorisme dapat mengubah proses pemikiran individu melalui ajaran radikalisme yang dapat mengancam anak-anak untuk terpapar. Salah satu faktor adalah segala bentuk narasi kebencian yang didapatkan dari media dan internet. Oleh karena itu, perlu menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam aksi teror. Berdasarkan data dan fakta anak-anak menjadi faktor penting suksesnya aksi teror,” imbuh Wawan Hari Purwanto.

Deputi-VII BIN berpesan agar orang tua berperan besar dalam membimbing anak-anaknya, terlebih melihat dari  pengalaman bahwa  kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sangat sering menjadikan anak-anak sebagai tentara atau teroris dari golongan anak perempuan. Selain itu, dimanfaatkan untuk kepentingan perkawinan. Oleh karena itu, perlu adanya perlindungan dan pengawasan ketat agar tidak terpengaruh dan terjangkit pada anak-anak. Hal tersebut menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. (*)