Badan Intelijen Negara
<< Oktober 2018 >>
MinSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   
  • foto

    Solidaritas Pertemuan IMF-Bank Dunia untuk Bencana Alam di Indonesia

    Jakarta (9/10/2018)- Indonesia kembali mencuri perhatian dunia, untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah IMF World Bank Group Annual Meetings 2018 (IMF-WBG AM 2018) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 8-14 Oktober 2018 di Kawasan Nusa Dua, Bali. Pertemuan IMF-WBG AM 2018 mempunyai nilai strategis dan dapat dijadikan momentum bagi Indonesia sebagai middle-income country mampu menunjukkan kemajuan ekonomi dan kepemimpinan serta komitmen dalam penanganan isu-isu global. Di tengah persiapan penyelenggaraan perhelatan akbar tersebut, telah diwarnai dengan tragedi bencana alam dan tsunami yang menimpa daerah di Indonesia, khususnya Lombok dan Palu. Bencana gempa dan tsunami juga menjadi perhatian bersama penyelenggara baik dari pemerintah pusat maupun dari perwakilan IMF. Bentuk kepedulian ditunjukkan melalui aksi solidaritas terhadap bencana gempa yang diberi nama ‘Solidarity for Lombok’ tepat satu hari sebelum perhelatan dimulai.
Berita Nasional
  • foto

    Kepala BIN : Saatnya Soft Approach Untuk Selesaikan Konflik

    Jakarta (2/4/2016) – Penyelesaian konflik secara hard power harus diubah menjadi soft approach. Upaya ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, bahwa penggunaan soft power dalam menyelesaikan konflik di Indonesia lebih efektif daripada penyelesaian konflik secara hard power.
  • foto

    Kepala BIN : Antisipasi Ancaman, Intelijen siapkan Kewenangan Tambahan

    Jakarta (29/2/2016)-Intelijen perlu kewenangan tambahan terkait penanganan potensi ancaman seperti gerakan teroris, separatis, maupun radikal. Badan Intelijen Negara (BIN) telah mendeteksi adanya gerakan-gerakan tersebut, namun tidak dapat menggali informasi lebih lanjut dari mereka karena kewenangan tersebut belum tercantum dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme.
  • foto

    Kepala BIN : Perlu Revisi UU Terorisme Terkait Kewenangan BIN

    Jakarta - (15/1/2016)-Jika ingin penanganan terorisme lebih aman, perlu perbaikan Undang-Undang No. 15 tahun 2003 tentang Terorisme. Badan Intelijen Negara (BIN) perlu diberi kewenangan lebih untuk menangkap dan menahan terduga teroris, dalam pelaksanaannya tetap menyeimbangkan antara HAM, kebebasan, dan kondisi keamanan nasional. Demikian pernyataan Kepala BIN, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso
  • foto

    BIN Canangkan Pembangunan Zona Integritas

    Jakarta (22/12/2015) – Dalam rangka menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani, Badan Intelijen Negara (BIN) melaksanakan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas. Piagam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas ditandatangani oleh Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, disaksikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi , ME; Deputi Bidang PIPM KPK Ranu Mihardja; Anggota Ombudsman RI Pranomo Dahlan; Waka BIN Letjen TNI Torry Djohar Banguntoro dan seluruh pejabat BIN, di Gedung Pertemuan Soekarno-Hatta, Kompleks BIN, Jakarta, Selasa, 22 Desember 2015.
  • foto

    Kepala BIN : Penerimaan Pajak Harus Diamankan

    Jakarta (26/11/2015) - Penerimaan perpajakan harus diamankan bersama, karena sebagain besar penerimaan negara berasal dari pajak. Badan Intelijen Negara (BIN) akan membantu Kementerian Keuangan dalam menggali potensi penerimaan pajak. Tugas intelijen yang bisa dilakukan dalam mengamankan penerimaan perpajakan, antara lain melakukan penyadapan dan melihat aliran dana di sistem perbankan. Demikian pernyataan Kepala BIN, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenkeu dan BIN, di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Kamis, 26 November 2015.
  • foto

    Kepala BIN : Masyarakat Bisa Menjadi Mata Telinga Perangi Terorisme

    Bandung (24/11/2015)- Masyarakat bisa berperan serta memerangi terorisme dan radikalisme bersama Badan Intelijen Negara (BIN) dengan cara bekerja sama sebagai mata dan telinga BIN. Demikian pernyataan Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, seusai menghadiri sidang doktor Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon, di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran Kota Bandung
  • foto

    Kepala BIN : Kerja Sama Global Kunci Atasi Terorisme

    Kuala Lumpur (20/11/2015)- Kerja sama global merupakan kunci untuk mengatasi masalah terorisme. Kerja sama itu bukan hanya antar negara ASEAN, melainkan juga kerja sama secara global. Demikian penegasan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, di sela-sela menghadiri forum KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Jumat malam 20 November 2015.