Badan Intelijen Negara
<< Februari 2019 >>
MinSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
2425262728  
  • foto

    Pentingnya Pengelolaan Perbatasan Negara

    Mewujudkan Nawacita ke-3 yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, menjadi salah satu program prioritas pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Upaya perwujudan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang ada di pelosok daerah, khususnya wilayah perbatasan negara, dalam hal pemenuhan rasa aman dan sejahtera.
Berita Nasional
  • foto

    Kepala BIN : Tidak Ada Ruang Bagi ISIS di Indonesia

    Jakarta (7/8/2014) - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI(Purn) Marciano Norman menegaskan bahwa tidak boleh ada peluang bagi paham Negara Islam Irak dan Suriah,Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) untuk berkembang di negara Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan Kepala BINusai melantik pejabat eselon I, II dan III di lingkungan BIN, bertempat di Gedung pertemuan Soekarno Hatta, Kompleks Kantor BIN, Jakarta,Kamis,7 Agustus 2014.
  • foto

    Kepala BIN : Peran Masyarakat Dibutuhkan dalam Menghentikan Paham ISIS di Indonesia

    Jakarta (5/8/2014)- Pemerintah Indonesia secara resmi telah melarang masuk dan berkembangnya paham Negara Islam Irak dan Suriah,Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Paham ISIS tidak sesuai dengan ideologi Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan azas kebhinekaan.Badan Intelijen Negara (BIN) mengharapkan peran serta masyarakat untuk turut membantu pemerintah menjaga negara sendiri. Demikian pernyataan Kepala BIN, Letjen (Purn.) Marciano Norman seusai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin, 4 Agustus 2014.
  • foto

    BIN Rayakan Sholat Idul Fitri 1435 H

    Jakarta (28/7/2014) – Idul fitri memiliki makna dalam dan luas, yakni hari yang melambangkan kesucian agama Islam, yang melambangkan persaudaraan yang kuat, persatuan dan kesatuan yang kokoh, serta persaudaraan di antara manusia, yang semuanya itu merupakan landasan penting bagi kokoh dan tegaknya suatu kelompok madani, yaitu masyarakat yang mengedepankan supremasi hukum, adil, tertib, bersatu dan demokratis.
  • foto

    Kepala BIN : BIN Tetap Menjaga Profesionalitas Dalam Pilpres 2014

    Jakarta (25/6/2014) – Situasi politik nasional menjelang Pilpres 9 Juli 2014 semakin dinamis dan menghangat. Namun secara keseluruhan, sampai hari ini dapat dikatakan masih kondusif dan aman. BIN berusaha secara optimal akan menjaga profesionalitas dan netralitas dalam melaksanakan tugasnya. Meskipun BIN sering dicurigai tidak netral dalam setiap pelaksanaan Pemilu. Demikian disampaikan oleh Kepala BIN, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, di Kantor BIN, Pejaten, Jakarta Selatan,Rabu, 25 Juni 2014.
  • foto

    Menggantung Harapan Pada Netralitas Intelijen

    Jakarta, (2/6/2014) - Sebagai sebuah bangsa kita layak untuk bersyukur bahwa Indonesia telah menapaki proses reformasi politik sejak 1998 dengan relatif lebih sukses dibandingkan berbagai negara lain yang juga mengalami reformasi menuju sistem demokrasi. Mungkin sebagian dari kita kurang menyadari ini adalah sebuah karunia bagi bangsa kita. Tentunya kalau kita tidak pandai-pandai bersyukur, karunia tersebut akan dicabut kembali oleh Yang Maha Kuasa.
  • foto

    BIN Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

    Jakarta, (20/5/2014) – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-106 berlangsung lancar dan khidmat, dipimpin oleh Sekertaris Utama BIN (Sesma BIN), Soeparto, diikuti oleh pejabat dan seluruh anggota Badan Intelijen Negara (BIN), di lapangan upacara Kantor BIN, Jakarta. Upacara dimulai tepat waktu pukul 08.00 WIB tersebut, Sesma BIN membacakan sambutan Menkominfo, Tifatul Sembiring, yang bertema “Maknai Kebangkitan Nasional Melalui Kerja Nyata Dalam Suasana Keharmonisan dan Kemajemukan Bangsa”. Tema tersebut mengandung tiga makna yang sekaligus menjadi instrumen ukuran sejauh mana nilai-nilai nasionalisme terimplementasi dalam karsa, cipta dan karya kekinian secara nyata.
  • foto

    AM Hendropriyono Dikukuhkan Menjadi Guru Besar Bidang Intelijen

    Jakarta,(7/5/2014)- Mantan Kepala BIN Jenderal TNI (Purn) Dr. A.M. Hendropriyono dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Intelijen dalam rapat senat khusus terbuka Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Mei 2014. Acara pengukuhan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti Megawati Soekarnoputri, Tri Sutrisno, Akbar Tandjung, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, KSAD Jenderal TNI Budiman, Menteri Perumahan Rakyat Djan Fariz, Fuad Bawazier, Ketua DPP Hanura Wiranto, Khofifah Indarparawansa, Gubernur DKI Joko Widodo , Ketua DPD Irman Gusman, Chairul Tanjung, dan para Pejabat BIN, serta beberapa tokoh nasional lainnya.