Badan Intelijen Negara

Ibu-Ibu DWP BIN Ikuti Pembekalan Tentang Kemasan Pangan Aman

Jakarta (17/10/2013) – Dalam rangka hari Pangan se-dunia, Pengurus  Dharma Wanita Persatuan Badan Intelijen Negara (DWP BIN) mengadakan pembekalan kepada anggotanya, tentang bagaimana memilih kemasan pangan yang aman dan mendeteksi bahan makanan mengandung zat berbahaya, di Hotel Gren Alia, Jakarta, Rabu, 17 Oktober 2013.

Kegiatan ceramah pembekalan dengan tema “Mengenal Kemasan Pangan yang Aman”, dihadiri oleh Ketua DWP BIN, Triyana Maroef Sjamsoeddin, beserta segenap pengurus dan anggota DWP BIN, menampilkan narasumber Drs. Mustofa, M.Kes, Apt., Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam ceramahnya Mustopa menjelaskan tentang fungsi kemasan pangan dan pentingnya pengawasan terhadap kemasan pangan.

“Kemasan pangan berfungsi diantaranya sebagai wadah, proteksi, memudahkan transportasi dan media promosi serta informasi, ujar Mustofa.

Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM itu lebih lanjut menjelaskan bahwa proteksi dalam kemasan pangan dapat memberi perpanjangan daya tahan pangan agar terhindar dari kerusakan. Untuk itu, kemasan pangan harus aman dan baik. Terdapat tiga proses kimiawi yang menunjukkan kerusakan makanan yaitu permeasi, sorpsi, dan migrasi/desorption. Permeasi yaitu pempindahan molekul gas dan cairan yang berlangsung dua arah antara pangan dan kemasan pangan. Sorpsi yaitu perpindahan komponen pangan ke dalam kemasan pangan. Sedangkan migrasi/desorption  adalah perpindahan komponen dari kemasan pangan ke dalam pangan.

Sebelum menutup ceramahnya, Mustopa memberikan tips-tips bagaimana memilih kemasan pangan yang aman, antara lain : 

  1. Mengutamakan penggunaan kemasan yang terbuat dari kaca/gelas atau keramik.
  2. Memilih kemasan yang mencantumkan logo tara pangan dan kode daur ulang.
  3. Memilih  kemasan yang warnanya tidak mencolok.
  4. Mengikuti  petunjuk pemakaian yang disarankan oleh produsennya
  5. Memilih kemasan yang mencantumkan identitas produsen.
  6. Tidak terkecoh dengan harga murah.
  7. Menghindari penggunaan plastik untuk membuat/merebus makanan seperti ketupat.
  8. Jangan merebus botol susu untuk sterilisasi, sebaiknya direndam saja dalam air mendidih.
  9. Jangan menggunakan kantong plastik kresek hitam untuk mewadahi langsung makanan siap santap.
  10. Sebaiknya mengurangi penggunaan kemasan pangan yang terbuat dari plastik PVC untuk pangan berminyak/berlemak atau mengandung alkohol terlebih dalam keadaan panas.
  11. Jangan menggunakan kemasan pangan plastik dalam microwave kecuali atas anjuran produsen.
  12. Jangan menggunakan kemasan pangan yang rusak atau berubah bentuk.

Selain ceramah, 150 anggota DWP BIN juga diajak menyaksikan demo bagaimana mendeteksi bahan makanan yang mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin, dan bahan pengawet tekstil pada pangan.  Peserta tampak antusias dalam mendengarkan ceramah dan menyaksikan demo, banyak pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan diakhiri dengan pemberian cindera mata dari DWP BIN kepada narasumber (*)