Badan Intelijen Negara
<< November 2018 >>
MinSenSelRabKamJumSab
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 
  • foto

    Solidaritas Pertemuan IMF Bank Dunia untuk Bencana Alam di Indonesia

    Jakarta (9/10/2018)- Indonesia kembali mencuri perhatian dunia, untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah IMF World Bank Group Annual Meetings 2018 (IMF-WBG AM 2018) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 8-14 Oktober 2018 di Kawasan Nusa Dua, Bali. Pertemuan IMF-WBG AM 2018 mempunyai nilai strategis dan dapat dijadikan momentum bagi Indonesia sebagai middle-income country mampu menunjukkan kemajuan ekonomi dan kepemimpinan serta komitmen dalam penanganan isu-isu global. Di tengah persiapan penyelenggaraan perhelatan akbar tersebut, telah diwarnai dengan tragedi bencana alam dan tsunami yang menimpa daerah di Indonesia, khususnya Lombok dan Palu. Bencana gempa dan tsunami juga menjadi perhatian bersama penyelenggara baik dari pemerintah pusat maupun dari perwakilan IMF. Bentuk kepedulian ditunjukkan melalui aksi solidaritas terhadap bencana gempa yang diberi nama ‘Solidarity for Lombok’ tepat satu hari sebelum perhelatan dimulai.

Sekolah Tinggi Intelijen Negara

SEJARAH
Berawal dari satu pemikiran bahwa intelijen merupakan satu disiplin ilmu yang dapat dipelajari, maka pada 2002 Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn) Dr. A.M. Hendropriyono memprakarsai pendirian Sekolah Tinggi Intelijen Negara. Selanjutnya pada 9 Juli 2003 Presiden RI meresmikan berdirinya STIN dan tahun 2004 dimulai kuliah perdana. Sesuai UU 17/2011 Alumni STIN menjadi sumber utama SDM BIN.
 

VISI DAN MISI
STIN memiliki visi menjadi pusat pendidikan dan kajian akademik intelijen unggulan bertaraf internasional untuk medukung kepentingan dan keamanan nasional
 

STIN memiliki misi
a. Menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, memiliki loyalitas tinggi, mandiri, professional, kompetitif yang dapat memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan dengan menjunjung tinggi kode etik intelijen negara.
b. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan sarjana intelijen yang berorientasi pada keunggulan, kejujuran, karakter dan integritas serta kewibawaan akademik yang menjunjun tinggi nilai-nilai kemanusiaan, HAM, demokrasi serta hokum dalam rangka memberikan sumbangan kemajuan masyarakat.
c. Mengembangkan keilmuan bidang intelijen melalui kerjasama kemitraan dengan berbagai pihak sesuai dengan perkembangan untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan intelijen yang luas, ketrampilan berpikir analisis yang tajam serta keunggulan dalam penyelidikan, pengamanan dan penggalangan baik di tingkat nasional dan internasional.
d. Mengembangkan gagasan kreatif dan inovatif melalui kajian intelijen strategis yang ilmiah serta proses belajar dan mengajar aktif, sehingga mampu beradaptasi untuk mengantisipasi perubahan serta perkembangan ilmu, teknologi dan seni intelijen mutakhir secara berkelanjutan
 

TUJUAN
a. Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat intelijen yang memiliki kemampuan akademik dan/atau keahlian professional sehingga dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu intelijen, ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni bidang intelijen.
b. Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni bidang intelijen serta penerapannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 

KURIKULUM
Kurikulum STIN berbasis kompetensi terdiri atas :

a.Kompetensi utama
b.Kompetensi pendukung
c.Kompetensi khusus yang relevan dengan kompetensi utama
d.Mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni bidang intelijen serta penerapannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mata kuliah STIN terdiri atas :
a. Landasan kepribadian
b. Penguasaan keilmuan dan ketrampilan
c. Kemampuan berkarya
d. Sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai
 

Pengembangan minat dan bakat :
a. Seni dan Budaya
b. Bela Diri (Tae Kwon Do, Karate, Pencak Silat)

 

Artikel Lainnya