Badan Intelijen Negara
Wawasan
  • foto

    Solidaritas Pertemuan IMF-Bank Dunia untuk Bencana Alam di Indonesia

    Jakarta (9/10/2018)- Indonesia kembali mencuri perhatian dunia, untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah IMF World Bank Group Annual Meetings 2018 (IMF-WBG AM 2018) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 8-14 Oktober 2018 di Kawasan Nusa Dua, Bali. Pertemuan IMF-WBG AM 2018 mempunyai nilai strategis dan dapat dijadikan momentum bagi Indonesia sebagai middle-income country mampu menunjukkan kemajuan ekonomi dan kepemimpinan serta komitmen dalam penanganan isu-isu global. Di tengah persiapan penyelenggaraan perhelatan akbar tersebut, telah diwarnai dengan tragedi bencana alam dan tsunami yang menimpa daerah di Indonesia, khususnya Lombok dan Palu. Bencana gempa dan tsunami juga menjadi perhatian bersama penyelenggara baik dari pemerintah pusat maupun dari perwakilan IMF. Bentuk kepedulian ditunjukkan melalui aksi solidaritas terhadap bencana gempa yang diberi nama ‘Solidarity for Lombok’ tepat satu hari sebelum perhelatan dimulai.
  • foto

    Silas Papare, Tokoh Pejuang dari Timur Indonesia

    Jakarta (20/7/2018)- Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawanya, demikian kata-kata bijak yang sering kita dengar terutama saat kita teringat akan tokoh-tokoh pejuang bangsa kita. Saat itulah terlintas dalam pikiran kita nama-nama besar pahlawan nasional, seperti Pangeran Diponegoro, Jenderal Soedirman, Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dien, dan lain sebagainya. Disamping nama-nama besar diatas, masih banyak tokoh pejuang yang jarang kita dengar namanya, seperti Silas Papare, seorang tokoh pejuang dari timur Indonesia yang berjasa menyatukan Irian Jaya (Papua) ke dalam wilayah Indonesia. Silas Papare adalah keturunan asli Papua yang lahir di Serui tahun 1918. Silas Papare mengenyam pendidikan sekolah zending dan pendidikan juru rawat. Silas papare bekerja di rumah sakit di Serui selama 3 tahun, kemudian bekerja pada perusahaan minyak di Sorong sampai Jepang masuk pada awal 1942. Setelah itu Silas kembali ke Serui dan menjadi petani. Pada tahun 1944 Silas Papare direkrut oleh Amerika untuk menjadi mata-mata membantu Amerika mengusir Jepang dari Irian. Pasca Jepang kalah pada Perang dunia ke-2, Belanda kembali mendirikan pemerintahan kolonialnya di Irian. Karena tidak menyukai Belanda, Silas kembali lagi ke Serui dan bekerja di rumah sakit. Pada Desember 1945, Silas bersama teman-temannya berusaha mempengaruhi pemuda-pemuda Irian Barat yang tergabung dalam Batalyon Papua untuk melancarkan pemberontakan. Rencana tersebut gagal karena bocornya informasi. Ia kemudian ditangkap dan dipenjarakan di Jayapura. Saat menjalani masa tahanan di Jayapura, Silas Papare berkenalan dengan Dr. Sam Ratulangi, Gubernur sulawesi yang diasingkan oleh Belanda di tempat tersebut. Perkenalannya dengan Sam Ratulangi membuatnya semakin yakin bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Negara kesatuan Republik Indonesia. Dengan keyakinanya tersebut akhirnya pada November 1946 Silas Papare mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). PKII berperan penting dalam menumbuhkan dan membesarkan benih nasionalisme keindonesiaan di Tanah Papua (Irian). Di bawah ancaman penjajah Belanda, aktivitas PKII dinyatakan ilegal. Namun Papare dan kawan-kawannya terus berjuang di bawah tanah. Dalam tekanan Belanda yang ketat itu anggota PKII terus bertambah. Pada tahun 1949 PKII tercatat memiliki anggota 4000 orang. Keberanian Silas Papare dalam mendirikan PKII membuatnya kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Namun kemudian ia berhasil melarikan diri menuju Yogyakarta.
  • foto

    Kesiapan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Asian Games 2018

    Indonesia siap menghadapi perhelatan akbar Asian Games 2018 yang akan digelar pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang baik persiapan sebagai tuan rumah maupun dalam mempersiapkan atlet yang akan bertanding. Persiapan dimulai dari peresmian hitung mundur Asian Games yang ditandai pelepasan anak panah oleh Presiden Joko Widodo di Lapangan Monas, Jakarta, pada 18 Agustus 2017 lalu.
  • foto

    Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT IORA 2017

    Jakarta, (06/03/2017). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) yang digelar pada 5 hingga 7 Maret 2017 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).
  • foto

    Sekilas Catatan Pemilukada Serentak 2017

    Jakarta, (20/02/2017)-Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak di Indonesia yang dilaksanakan tanggal 15 Februari 2017 telah menjadi pondasi kemajuan demokrasi di Indonesia. Penyelenggaraan Pemilukada yang aman dan tertib telah memberikan edukasi politik kepada masyarakat yang sangat berharga.
  • foto

    KAA ke 60: Asa Baru dari Selatan Selatan

    Tepat pada 23 April 2015, Presiden Joko Widodo resmi menutup perhelatan Konferensi Asia Afria (KAA) 2015 yang berlangsung di Jakarta dan Bandung. Pertemuan penting tersebut berhasil memberikan ruang bagi para Kepala Negara/Pemerintahan di kawasan Asia dan Afrika. untuk membangun sense of ownership. Sehingga dapat merumuskan konsep pembangunan bersama melalui peluang kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. Perumusan tersebut bersifat terbuka dan inklusif guna mencerminkan rasa kebersamaan semua pihak yang terlibat dalam perumusannya.
  • foto

    Spy Cam Kancing Baju

    Jakarta (6/2/2015) – Dunia intelijen tidak bisa dipisahkan dengan dunia teknologi. Intelijen dalam upaya mendapatkan informasi secara cepat, tepat dan akurat dibutuhkan tehnologi terbaru. Peralatan intelijen keluaran terbaru adalah Spy Cam Kancing Baju. Spy Cam Kancing Baju atau dikenal dengan Spy Cam Button merupakan salah satu jenis peralatan intelijen yang berbentuk kancing baju, dengan kegunaan untuk merekam video dan foto.