Badan Intelijen Negara

Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT IORA 2017

Jakarta, (06/03/2017). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) yang digelar pada 5 hingga 7 Maret 2017 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC). 
 
KTT Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia ini diikuti oleh 21 negara, yaitu Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar,  Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Persatuan Emirat Arab, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand dan Yaman. IORA juga menggandeng tujuh negara mitra dialog, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Mesir, Prancis dan China. Terdapat juga dua organisasi peninjau di IORA, yaitu "Indian Ocean Tourism Organization" (IOTO) dan "Indian Ocean Research Group" (IORG).
 
Penyelenggaraan IORA Summit 2017 kali ini bertema "Strengthening Maritime Cooperation for Peaceful, Stable, and Prosperous Indian Ocean"  atau Memperkuat Kerja Sama Maritim untuk Kawasan Samudera Hindia yang Damai, Stabil, dan Makmur.
Rangkaian Pertemuan IORA akan didahului pertemuan tingkat pejabat tinggi pada 5 Maret, pertemuan tingkat menteri pada 6 Maret dan pertemuan tingkat tinggi atau KTT pada 7 Maret.
 
KTT IORA 2017  dihadiri sekitar 477 orang, meliputi para pemimpin negara, perdana menteri, dan menteri luar negeri, termasuk Presiden Afrika Selatan, Perdana Menteri (PM) Malaysia, PM Australia, Wakil Presiden India, pemimpin Sri Lanka, dan pemimpin Bangladesh.
 
Direktur Jenderal Asia Fasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya mengatakan bahwa IORA Leader’s Summit akan terdiri dari rangkaian pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Officials Meeting- SOM), Pertemuan Tingkat Menteri (Council Of Ministers Meeting-COMM), dan Pertemuan Tingkat Puncak (Leaders Summit).
“Presiden Joko Widodo akan memimpin sesi Leaders Summit bersama Perdana Menteri Australia sebagai ketua IORA sebelumnya dan Presiden Afrika selatan Ketua IORA berikutnya. Selain itu Presiden Joko Widodo juga direncanakan akan menyampaikan sambutan  dalam acara  Businnes summit”, kata Desra dalam press briefing persiapan KTT di Kantor Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta, Minggu, 6 Maret 2017.
 
Mensesneg Pratikno menyatakan bahwa sebagai tuan rumah pada KTT IORA 2017, Indonesia memiliki misi yang cukup besar yaitu ingin menjadi poros maritim dunia.
 
“Kita akan menunjukan kepemimpinan Indonesia, bukan hanya di Asia Pasifik, tapi juga di Lautan Hindia”, ujar Mensekneg Pratikno. 
 
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi desela-sela kesibukanya menyampaikan bahwa bagian barat Samudera India pasar yang telah digarap Indonesia. Untuk itu, melalui IORA Indonesia akan menggarap bagian timur Samudera India melaui akses kerja sama dengan negara-negara di Afrika dan Timur Tengah.
 
Ada empat dokumen yang akan dihasilkan oleh KTT IORA 2017, empat dokumen tersebut adalah meliputi IORA Concord, IORA Action Plan, IORA Declaration on Preventing and Countering Terrorism and Violent Extremism. Serta Joint Declaration of the IORA Business Community to Build Partnerships for a Sustainable and Equitable Economic Growth. Dokumen tersebut dihasilkan untuk mendorong perdamaian, kestabilan dan kesejahteraan negara-negara kawasan Samudera Hindia.(*)