Badan Intelijen Negara

Solidaritas Pertemuan IMF-Bank Dunia untuk Bencana Alam di Indonesia

Jakarta (9/10/2018)-  Indonesia kembali mencuri perhatian dunia, untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah IMF World Bank Group Annual Meetings 2018 (IMF-WBG AM 2018) yang akan dilaksanakan mulai tanggal 8-14 Oktober 2018 di Kawasan Nusa Dua, Bali. Pertemuan IMF-WBG AM 2018 mempunyai nilai strategis dan dapat dijadikan momentum bagi Indonesia sebagai middle-income country mampu menunjukkan kemajuan ekonomi dan kepemimpinan serta komitmen dalam penanganan isu-isu global. Di tengah persiapan penyelenggaraan perhelatan akbar tersebut, telah diwarnai dengan tragedi bencana alam dan tsunami yang menimpa daerah di Indonesia, khususnya Lombok dan Palu. Bencana gempa dan tsunami juga menjadi perhatian bersama penyelenggara baik dari pemerintah pusat maupun dari perwakilan IMF. Bentuk kepedulian ditunjukkan melalui aksi solidaritas terhadap bencana gempa yang diberi nama ‘Solidarity for Lombok’ tepat satu hari sebelum perhelatan dimulai.

Kegiatan solidaritas dihadiri perwakilan pemerintah pusat yang berasal dari beberapa  menteri Kabinet Kerja dan petinggi IMF, antara lain: Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Menteri Koordinasi Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, dan Managing Director IMF, Christine Lagarde.

Melalui kunjungan kali ini, menko maritim memberikan beberapa bantuan untuk Lombok berupa sumbangan penanggulangan bencana Lombok melalui ‘PWNU Jatim Peduli Lombok’ sebesar 500 juta, beserta baju seragam sekolah sebanyak 241 pasang baju untuk SDN Guntur Macan 1 dan 2. Bantuan juga diberikan gubernur BI dengan menyerahkan sumbangan program sosial Bank Indonesia sebesar 500 juta untuk rehabilitasi bangunan dan sarana prasarana kepada lima masjid dan dua sekolah di wilayah Lombok Barat, Lombok Utara, dan Kota Mataram. Tidak ketinggalan pula, managing director IMF menyerahkan bantuan yang berasal dari internal manajemen dan staf IMF yang juga mempunyai kepedulian dalam meringankan beban masyarakat Lombok. Sebelumnya, pegawai kementerian keuangan sudah melakukan aksi solidaritas untuk korban gempa Lombok sebesar satu miliar rupiah pada awal September 2018.  

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan ajang pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari seluruh dunia di Bali saat ini tetap memberi perhatian besar terhadap situasi dalam negeri Indonesia.

 ”Meskipun kita menjadi tuan rumah dari Pertemuan Tahunan IMF – WBG 2018, kami dari pemerintah pusat terus memberikan perhatian yang sangat penuh bagi seluruh daerah terdampak, baik di Lombok maupun di Palu. Kita akan terus melakukan proses-proses pemulihan,” ujar Sri Mulyani usai menjumpai dan berdialog dengan para korban bencana gempa.

Sri Mulyani juga mengatakan pemerintah pusat hingga saat ini telah mencairkan dana hingga Rp 2,1 triliun untuk NTB, untuk kedaruratan dan bantuan perumahan. Dana  tersebut akan digunakan untuk penanganan rumah rusak berat sebanyak 20 juta per unit, rumah rusak sedang sebanyak 25 juta per unit, dan rumah rusak ringan sebanyak 10 juta per unit.

Senada dengan Sri Mulyani, Managing Director IMF, Christine Lagarde mengatakan tiga tahun lalu saat Indonesia terpilih dari sepuluh negara terbaik yang bisa menyelenggarakan Pertemuan Tahunan IMF – WBG 2018.

“Kita tidak tahu Gunung Agung akan mengalami turbulensi, kita juga tidak tahu akan ada gempa bumi di Lombok, dan kita juga tidak pernah tahu akan ada gempa bumi dan tsunami di Sulawesi. Yang kita tahu Indonesia adalah pilihan terbaik, dan ketua tim yakni Pak Luhut membuat kita percaya untuk mengadakan pertemuan tahunan ini di Bali, “ tutur Lagarde.

Lagarde menambahkan  setelah dirinya melihat langsung keadaan di Lombok dan Palu, akan dilanjutkan dengan menggalang dukungan kepada seluruh peserta pertemuan untuk membantu Lombok dan Palu.

“Dengan telah melihat secara langsung keadaan di Lombok dan Palu, kami akan meminta kepada seluruh peserta pertemuan ini untuk bisa mengulurkan tangan dan berbagi kedermawanan mereka,” tutup Managing Director IMF.

Mewakili Pemerintah Provinsi NTB yang menerima bantuan tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah menyampaikan persoalan bencana agar bisa dievaluasi dan diprediksi sehingga korban jiwa di masa datang bisa ditekan. Pihaknya berterima kasih kepada pemerintah pusat yang begitu besar memberikan perhatian dan mengapresiasi masyarakat NTB yang mempunyai harapan serta kesempatan yang tinggi untuk bangkit kembali.  

Sebelumnya, telah dilakukan pula kunjungan bantuan ke Palu oleh Menteri Koordinasi Maritim dan perwakilan IMF. Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi empat lokasi untuk bertemu langsung dengan para korban bencana di Sulawesi Tengah. Selain mengantarkan bantuan, kesempatan tatap muka dengan masyarakat Palu juga digunakan untuk mengidentifikasi bantuan krusial yang dibutuhkan segera oleh masyarakat setempat, seperti air bersih.

Christine Lagarde mewakili IMF, memberikan donasi sebesar dua milyar dengan memberikan sumbangan yang terkumpul dari Manajemen IMF dan kolektif staf IMF untuk  disumbangkan bagi Lombok dan Sulawesi. Sumbangan tersebut disalurkan melalui PMI dan beberapa LSM seperti World Central Kitchen, Wold Vision serta juga beberapa lembaga lainnya.

Bantuan yang diberikan dalam kedua kesempatan tersebut merupakan langkah masing-masing instansi untuk membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Apabila dilakukan bersama-sama, setiap langkah kecil tersebut diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang besar untuk kemajuan Indonesia. (*/Disarikan dari pelbagai sumber)