Badan Intelijen Negara

Menyempurnakan Landasan Infrastruktur, Membangun Sumber Daya Manusia

Menyempurnakan Landasan Infrastruktur, Membangun Sumber Daya Manusia 

PADA 17 Agustus lalu Indonesia memasuki 74 tahun kemerdekaan. Para pendiri Republik Indonesia telah mengamanatkan bahwa tujuan kita adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Amanat ini adalah pijakan konstitusional kita untuk terus menerus membangun Indonesia.

Pada 20 Oktober 2019 ini juga, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menggenapkan 5 tahun masa pemerintahannya. Kita patut bersyukur bahwa kita telah juga sebagai bangsa menentukan kepemimpinan Negara dan Pemerintahan periode 2019-2024. Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih K.H. Ma’ruf Amin pada saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengambil estafet kepemimpinan bangsa.

 

Selama lima tahun, Pemerintahan Jokowi-JK berjibaku menghadapi tantangan pembangunan kontemporer dan mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia di berbagai sektor. Hal ini dapat dilihat dalam pengerahan sumber daya Pemerintah Pusat dan Daerah untuk mengakselerasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi fisik kesatuan nasional, menghubungkan dusun, desa, dan kota, mempererat konektivitas antarprovinsi dan antarpulau seantero Nusantara.

Dari sudut penguatan semangat persatuan nasional, semangat senasib sepenanggungan, Pemerintah juga terus menerus meningkatkan belanja kesejahteraan sosial dasar, terutama pengentasan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan. Selain urusan pembangunan kontemporer, Pemerintah juga membangun berbagai dasar-dasar strategi kebijakan untuk menghadapi tantangan masa depan, baik yang sudah di depan mata maupun yang masih dalam prediksi.

 

Untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan disrupsi yang mengikutinya, untuk menghadapi bonus demografi, untuk menghadapi konsekuensi menjadi salah satu bangsa dengan ekonomi terbesar di dunia. Ini semua telah dimulai persiapannya, sehingga pemerintahan berikutnya dapat melanjutkan dengan lebih baik.

 

Apa yang sudah dicapai hari ini dan apa yang sudah dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia ke depan. Maka itu, sejumlah pencapaian berdasarkan indikator pembangunan manusia dan agenda pemerintah ke depan penting diketahui masyarakat.

 

Dalam Visi dan Misi Pilpres 2019 maupun pidato tentang Visi Indonesia di Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi menjanjikan periode keduanya akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Setelah besar-besaran kita bangun infrastruktur di Tanah Air, tahapan besar dalam periode kedua pemerintahannya ialah pembangunan SDM. Pembangunan SDM ialah kunci kemajuan bangsa.

Fondasi SDM yang berkualitas juga akan menjadi modal intelektual dan sosial guna menyiapkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi global di masa mendatang. Untuk menuju 2030, pemerintah harus konsisten melaksanakan program jangka panjang untuk memacu produktivitas dan kualitas SDM berbasis riset dan teknologi.

Kami berharap, berbagai catatan pencapaian maupun kekurangan dalam membangun bangsa selama lima tahun terakhir ini dapat menjadi pembelajaran bersama. Apa yang sudah dilakukan pemerintah saat ini akan menjadi fondasi kebijakan untuk mempersiapkan bangsa Indonesia yang lebih maju lagi ke depan. Dengan terus menyempurnakan fondasi infrastruktur dan dengan pembangunan manusia yang unggul, bangsa Indonesia akan melangkah mencapai cita-cita kemerdekaan, terutama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.

 

*5 Tahun #MajuBer5ama*, buku laporan Capaian Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla  dapat diakses melalui  ksp.go.id/maju-bersama