Badan Intelijen Negara
Wawasan
  • foto

    Kiras Bangun, Pahlawan Kebanggaan Tanah Karo

    Jakarta (7/11/2014) – Bhineka Tunggal Ika, merupakan semboyan yang kuat untuk menyatukan keberagaman suku dan budaya di Indonesia. Semboyan yang bersifat plural ini ternyata sudah lebih dulu diterapkan oleh Kiras Bangun. Seorang tokoh yang berasal dari Tanah Karo, tepatnya di daerah Batu Karang, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Tokoh kelahiran 1852 ini menggalang kekuatan lintas agama dan lintas suku di Sumatera Utara dan Aceh, untuk melawan penjajahan Belanda.
  • foto

    Reaktualisasi Nilai-Nilai Pancasila

    Jakarta (16/10/2014)- Bangsa Indonesia telah melalui beberapa tahap perjalanan sejarah dan melewati masa kesadarang kebangsaan pada tahun 1908, kesadaran politik pada tahun 1911 dan kesadaran ideology pada tahun 1928 yang ditandai dengan peristiwa Sumpah Pemuda. Fase panjang tersebut turut mewarnai lahirnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.Demikian pernyataan Dewan Pakar Pusat Kajian Ideologi Pancasila, Prof. DR. Soerjanto Poespowardojo dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan pada hari Kamis, 16 Oktober 2014, di Hotel Bidakara, Jakarta.
  • foto

    Malahayati, Admiral Perempuan Pertama di Dunia

    Jakarta, (17/9/2014)- Emansipasi sejak jaman penjajahan memang masih belum dikenal, tetapi sejarah telah menorehkan lain, ternyata angin emansipasi lambat laun berhembus menuju Bumi Nusantara. Kehebatan kaum perempuan Melayu-Nusantara telah menginspirasi perubahan peran kaum perempuan di seluruh dunia, terbukti torehan nama kapal perang KRI Malahayati yang diambil dari seorang pejuang perempuan dari Aceh sebagai admiral perempuan pertama di dunia. Beliau juga tercatat dalam sejarah sukses menghalau Portugis dan Belanda masuk ke Aceh, sesuai catatan seorang wanita Belanda, Marie Van Zuchtelen, dalam bukunya berjudul “Vrouwlijke Admiral Malahayati” (Malahayati- Sang Admiral Wanita).
  • foto

    Intelijen harus Beradaptasi dengan Keterbukaan dan Profesional

    Jakarta (25/08/2014)- Kondisi intelijen saat ini dengan intelijen di masa lalu sudah sangat berbeda. Perbedaannya adalah bentuk ancaman dilihat dari sudut pandang berbeda. Intelijen yang hebat untuk membuktikannya tergantung pada waktu, ancaman dan kepentingan negaranya. Demikian juga Badan Intelijen Negara (BIN) yang sudah berubah dari waktu kewaktu, terutama paska reformasi intelijen harus menjadi terbuka dan profesional sesuai tuntutan Undang-Undang.
  • foto

    Jelang Lebaran Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok Normal

    Jakarta (24/7/2014)- Jelang perayaan lebaran tahun 2014 ini, berdasarkan data Departemen Perdagangan dan pantauan langsung di sejumlah pasar induk di wilayah Jakarta dan daerah lainnya, harga komoditas sembako seperti beras, gula, daging,telur, cabe merah dan keriting, serta bawang merah dan putih cenderung stabil atau tidak mengalami kenaikan harga yang berarti. Selain itu, jumlah pasokan sembako pun dapat dikatakan aman untuk jangka waktu beberapa hari mendatang terutama pada H jelang peringatan Idul Fitri.
  • foto

    Memaknai Profesi Intelijen

    Jakarta (18/07/2014)- Intelijen di Indonesia belum sepenuhnya mendapatkan posisi yang tepat, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Belum tepatnya posisi intelijen dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, disebabkan oleh beberapa hal, Pertama, pemahaman dan pemaknaan masyarakat tentang intelijen masih kurang, termasuk para elit maupun kalangan akademisi sekalipun. Kedua berbagai pengalaman empiris di masyarakat tentang intelijen masa lalu, masih membawa efek trauma berkepanjangan, akibatnya persepsi masyarakat terhadap dunia intelijen bervariasi.
  • foto

    Menyongsong 2014-2019 : Memperkuat Indonesia Dalam Dunia Yang Berubah

    Buku ini bermula dari gagasan dan, sekaligus, prakarsa dari Kepala Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN), Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman, yang memandang perlu dibuatnya sebuah kajian forecasting atau prakiraan ke depan kondisi bangsa dan NKRI terkait permasalahan strategis yang diperkirakan terjadi dalam kurun waktu lima tahun ke depan (2014-2019), serta bagaimana langkah-langkah antisipasi dan pemecahannya.