Resmikan Terminal Baru Bandara Kuabang, Presiden Harap Ekonomi dan Konektivitas Meningkat di Halmahera Utara

Jakarta (26/3/2021)- Pembangunan sistem transportasi secara berkelanjutan merupakan tindak lanjut amanah Presiden Joko Widodo, mengingat kebutuhan akses transportasi di masa mendatang akan semakin meningkat. Baru-baru ini, Presiden meresmikan terminal baru Bandara Kuabang di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Pembangunan terminal baru Bandara Kuabang dengan nilai investasi sebesar Rp 50,82 miliar  dimulai pengerjaannya tahun 2016 sampai dengan 2019, mempunyai luas 3.500 meter persegi mampu melayani penumpang hingga 160.000 per tahun. Selain itu, fasilitas yang dipunyai bandara Kuabang tidak kalah dengan bandara nasional lainnya di tanah air, landasan pacu sepanjang 2.400 meter dengan lebar 30 meter dan landasan hubung sebesar 100x23 meter dapat melayani penerbangan pesawat jenis ATR 72-600, Boeing 737-800, dan Airbus A320. Nantinya, diharapkan melalui keberadaan Bandara Kuabang dapat memberikan manfaat ekonomi dan peningkatan konektivitas di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Dalam sambutan peresmian Bandara Kuabang, Presiden Joko Widodo menyampaikan apreasiasi serta menyambut baik dibukanya terminal penumpang di Bandara Kuabang telah siap digunakan untuk mendukung  aktivitas masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara dan sekitarnya yang diharapkan dapat memunculkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar bandara. 

Melalui pembukaan bandara ini, Presiden mengharapkan dapat meningkatkan perekenomian baru di wilayah sekitar. “Kita harapkan nanti akan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar bandara ini,” imbuh Kepala Negara.

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo juga memerintahkan Menteri Perhubungan (Menhub) agar dapat meningkatkan kembali frekuensi penerbangan yang terganggu akibat dampak dari pandemi. Apabila sebelumnya, terdapat penerbangan ditambah satu pesawat carter, dampak dari pandemi hanya beroperasi layanan carter.

“Pagi hari ini saya perintahkan kepada Pak Menteri Perhubungan dan Dirjen untuk di Bandara Kuabang ini agar secepatnya diusahakan paling tidak minimal seminggu dua kali flight menuju sini. Sudah ada tahapan dua kali seminggu kemudian baru naik lagi ke keadaan normal yaitu tiga kali sehari, pungkas Presiden Joko Widodo. 

Turut hadir dalam  acara peresmian tersebut sejumlah Menteri dan Pejabat Provinsi setempat di antaranya ialah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, dan Plh. Bupati Halmahera Utara Yudihart Noya.

Sekedar informasi, Bandara Kuabang difungsikan sebagai alternatif dari Bandara Usai Sultan Babullah di Ternate yang berlokasi dekat dengan daerah Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara yang berjarak 85 kilometer, kerap kali mengalami gangguan operasional yang disebabkan aktivitas Gunung Gamalama dan Gunung Dukono.

Bandara Kuabang berpotensi melayani kegiatan arus masuk dan keluar baik orang dan barang untuk mendukung operasionalisasi pertambangan emas yang berada di wilayah Gosowong.

Pengembangan strategis Bandara Kuabang sebagai salah satu pintu masuk melalui udara di Kabupaten Halmahera Utara. Keberadaan bandara ini sangat penting untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas dari dan ke Kabupaten Halmahera Utara yang memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan bahari andalan, di antaranya Pantai Luari, Taman laut Tupu-Tupu, Taman laut Tagalaya, Taman laut Pawole, Laguna Tagalaya, Pulau Kakara, Pulau Bobale, Pulau-pulau kecil Loloda, dan Pantai Panamboang. (*/disarikan dari pelbagai sumber)

Bagikan:

BERITA TERKAIT