Pembangunan Karakter Generasi Muda Intelijen Jadi Prioritas

Bogor (30/6/2015) - Generasi intelijen kedepan harus beretika, santun dan menjunjung kebersamaan, karena intelijen berada dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan karakter generasi muda intelijen harus menjadi prioritas. Demikian pernyataan Kepala BIN Letjen TNI (purn) Marciano Norman dalam sambutannya saat meresmikan Pusat Kegiatan Mahasiswa Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), di Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 30 Juni 2015. 

 

"Aspek pembinaan generasi muda intelijen sangat penting. Pendekatan melalui seni budaya, pengetahuan, jasmani dan rohani, serta kemaslahatan masyarakat perlu menjadi prioritas intelijen," kata Marciano Norman.

 

Badan Intelijen Negara berkomitmen dalam kaderisasi penyelenggaraan intelijen. Salah satu sarana pembinaan tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas Sekolah Tinggi Intelijen Negara. 

 

"STIN harus mampu mencetak intelijen yang handal dan tangguh. Sehingga dapat menjadi pembaharu di skala nasional maupun internasional," kata Kepala BIN.

 

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara, Zaelani, bahwa peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di STIN dilakukan melalui perbaikan sistem dan prasarana pendukung.

 

"Untuk meningkatkan kualitas dan standar pendidikan STIN, perlu proses integrasi ilmu intelijen dalam satu tujuan yakni membangun masa depan lebih baik," kata Zaelani.

 

Lebih lanjut Sekretaris Utama BIN menjelaskan bahwa pembangunan etika dan profesionalisme intelijen harus dimulai dari dunia pendidikan. Pusat kegiatan mahasiswa harus diaktifkan dengan membangun perpustakaan dan auditorium sebagai jantung ilmu pengetahuan. Dengan demikian akan terbangun pola pendidikan yang lebih baik.(*)

Bagikan:

BERITA TERKAIT