Memaknai Kepemimpinan Pada Bulan Ramadhan

Jakarta (18/7/2014)- Unsur kepemimpinan yang paling utama adalah As sam'u (mendengar), unsur tersebut sangat melekat dalam job-nya intelijen. Dengan mendengarkan dan melihat, persoalan yang dihadapi dapat dicerna dan ditelaah dengan baik. Sehingga dapat dirumuskan langkah antisipasi yang tepat oleh pemimpin dalam mempersatukan umat. Demikian pernyataan Sekretaris Jenderal PBNU, Dr. KH. Marsudi Suhud, MA, dalam ceramah keagamaan kegiatan buka bersama keluarga besar Badan Intelijen Negara (BIN) di Masjid Jami’ Baitul Akbar Kesatrian Soekarno Hatta, Jakarta, Jum’at, 18 Juli 2014.


Bertepatan dengan momentum bulan Ramadhan, keluarga besar Badan Intelijen Negara (BIN) menyelenggarakan buka puasa bersama antara pimpinan dan anggota, serta warga sekitar kantor BIN. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan kebersamaan tersebut dihadiri oleh Kepala BIN, Letnan Jenderal TNI (purn) Marciano Norman dan Wakil Kepala BIN, Mayjen TNI Erfi Triyassunu beserta ibu, pejabat eselon I dan II BIN, dan seluruh anggota beserta keluarga.


Bulan Ramadhan tahun ini bertepatan dengan pelaksanaan salah satu rukun demokrasi, yakni momentum pemilihan presiden dan wakil presiden 2014. Oleh karena itu, kehadiran bulan penuh berkah ini dapat dimaknai untuk menjadi individu yang lebih baik. Terutama dalam mengembangkan nilai kepemimpinan sesuai yang disyariatkan dalam agama Islam.


"Terdapat lima hal utama untuk menjadi pemimpin yang baik yakni as sam'u (mendengarkan), ta'at (ketaatan), jihad (semangat berjuang), hijrah (perubahan) dan jama'ah (bersatu). Jika kelima unsur ini terpenuhi, maka akan melahirkan sifat kepemimpinan yang baik" ujar Sekjen PBNU tersebut.


Lebih lanjut Dr. KH. Marsudi Suhud, MA menjelaskan bahwa jika unsur kepemimpinan tersebut tidak terpenuhi, maka perdamaian berpotensi akan lepas dari tiap individu manusia. Allah menguji setiap bangsa untuk saling bersatu dalam barisan melalui pemimpin yang baik. Jika persatuan tidak terbentuk, maka potensi kerawanan dan perpecahan dapat terjadi.


"Melalui momentum ramadhan, marilah kita bersama menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga jamaah kita dan kebangsaan kita", tambah Marsudi.


Kegiatan buka bersama dilaksanakan dengan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya pembacaan ayat suci Alqur’an, shalawat, tausiah, dan diakhiri shalat tarwih berjamaah (*)

Bagikan:

BERITA TERKAIT